KAB.CIREBON, (FC).- Insiden mencekam terjadi di lingkungan SMAN 1 Susukan, Kabupaten Cirebon, Rabu (21/1).
Atap halaman upacara sekolah ambruk sekitar pukul 15.00 WIB, diduga akibat terjangan angin kencang, dan menimpa seorang siswa.
Atap yang disebut-sebut terbuat dari baja ringan itu roboh saat jam pulang sekolah, ketika sebagian siswa masih berada di area halaman.
Seorang siswi kelas X dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa ambruknya atap ini dengan cepat viral di media sosial. Sejumlah foto dan video proses evakuasi korban beredar luas, disertai berbagai narasi.
Salah satu akun Facebook bahkan menyebutkan adanya guru yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Namun, hingga kini informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian wilayah sekitar SMAN 1 Susukan tengah dilanda angin kencang.
Mengetahui ada siswa tertimpa atap, guru dan siswa lain yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban.
Salah seorang siswa berinisial G, kelas XI, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan atap halaman upacara roboh secara tiba-tiba saat sebagian besar siswa sudah pulang.
“Kejadiannya sekitar jam tiga sore. Yang tertimpa itu siswa kelas sepuluh, posisinya tepat di bawah atap,” ujar G.
Ia mengaku tidak melihat langsung detik-detik atap roboh, namun mendengar suara benturan keras sesaat sebelum kejadian. “Saya dengar suara keras, tiba-tiba brug,” katanya.
Menurutnya, korban berjenis kelamin perempuan tertimpa tiang pada bagian leher sebelah kiri.
Beruntung, tiang tersebut tertahan oleh tiang bendera yang ikut roboh sehingga dampak cedera tidak lebih fatal. “Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.
Sementara itu, akun media sosial lainnya menyebutkan guru yang dikabarkan meninggal dunia merupakan guru yang menolong korban dan diduga mengalami serangan jantung akibat syok.
Informasi tersebut masih belum terkonfirmasi secara resmi.
Hingga berita ini diturunkan, Fajar Cirebon belum berhasil memperoleh keterangan resmi dari pihak SMAN 1 Susukan. Upaya konfirmasi kepada salah satu Wakil Kepala Sekolah juga belum mendapatkan respon. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post