KAB.CIREBON, (FC).- Jalur utama menuju RSUD Waled mengalami kepadatan akibat maraknya lalu lintas truk pengangkut pasir. Kondisi ini memicu kemacetan serta mempercepat kerusakan jalan di wilayah Cirebon Timur.
Pantauan di lapangan, kendaraan berat hilir mudik tanpa pengendalian yang memadai, menyebabkan jalan berlubang, berdebu, dan rawan kecelakaan.
Situasi tersebut dikhawatirkan mengganggu akses vital, terutama bagi ambulans dan masyarakat yang membutuhkan layanan medis darurat.
Narasumber, R. Hamzaiya, menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, fungsi jalur menuju rumah sakit kini tergeser oleh aktivitas angkutan pasir yang tidak terkendali.
“Ketika kendaraan berat terus melintas tanpa pembatasan tegas di jalur vital seperti ini, yang dipertaruhkan bukan hanya kondisi jalan, tetapi keselamatan manusia,” ujarnya, Minggu (29/3).
Ia menjelaskan, kerusakan infrastruktur merupakan dampak dari aktivitas angkutan berat yang berlangsung terus-menerus tanpa pengawasan.
Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan akibat debu hingga meningkatnya risiko kecelakaan.
Selain itu, kemacetan yang terjadi dinilai berpotensi menghambat penanganan pasien dalam kondisi darurat.
“Jalur menuju rumah sakit bukan jalur industri. Ada nilai kemanusiaan yang harus dijaga,” tegasnya.
Hamzaiya juga menyoroti belum adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia mengingatkan, tekanan publik akan terus meningkat jika kondisi ini dibiarkan.
Warga pun mulai menyuarakan protes, salah satunya dengan memasang spanduk di sejumlah titik sebagai bentuk keresahan atas kondisi jalan yang semakin memburuk.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk mengembalikan fungsi jalur menuju RSUD Waled sebagai akses darurat yang aman dan bebas hambatan. (Nawawi)

















































































































Discussion about this post