KAB. CIREBON, (FC).-Akibat Pandemi dan PPKM yang tak kunjung usai, tempat pelatihan atau workshop gerabah Apik Craft di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang sepi. Bahkan dapat dikatakan berhenti total.
Owner Workshop Apik Craft Nurjaji mengungkapkan, biasanya ada tamu desa yang kebetulan berkunjung dan mampir ke desa wisata gerabah di Kbaupaten Cirebon ini.
Hingga yang rombongan dari sekolah TK, SD, SMP, SMA, bahkan Mahasiswa secara pribadi datang untuk belajar melihat-lihat, membuat dan mencetak gerabah.
Diakuinya memang sejak awal Pandemi sepi pengunjung dan pesanan.
“Ada biasanya rombongan maksimal 10 orang. Dan kita patok tarif perorangnya Rp15.000 itu ada 1 sampai 2 kali seminggu,” bebernya.
Tak hanya itu, banyak kunjungan ke perajin tradisional yang batal dan terhambat. Wisata edukasi dan perekonomian yang sebelumnya berjalan baik, Kini terhambat bahkan anjlok.
Meski begitu, pihaknya terus optimis dan yakin bahwa pasti Apik Craft akan bangkit. Harapannya sendiri untuk saat ini pihaknya dapat bertahan dan terus dapat berinovasi. (Sarrah)
















































































































Discussion about this post