INDRAMAYU, (FC).- Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu menyoroti menurunnya kualitas air bersih yang didistribusikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat. Keluhan warga terkait air keruh terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kebulen, Bulak, Bulak Lor, hingga kawasan Indramayu kota.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu, Suhendri, mengatakan pihaknya menerima banyak aduan masyarakat terkait kondisi air yang tidak layak digunakan.
“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat terkait air keruh yang mengalir ke rumah-rumah mereka. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab kondisi ini?” ujarnya, Minggu (29/3).
Ia menegaskan, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi dengan kualitas baik. Menurutnya, kondisi air keruh berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jika terus dibiarkan.
Komisi III juga meminta pihak PDAM membawa hasil uji laboratorium terkait bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan air pada rapat lanjutan.
“Kami minta hasil uji laboratorium dibawa pada rapat berikutnya. Dan kami ingin kualitas air ini dikembalikan seperti semula,” tegasnya.
Senada, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu, H. Tatang Sutardi, menyoroti penggunaan bahan kimia berupa tawas tepung oleh PDAM.
Ia mempertanyakan kebijakan tersebut, mengingat bahan Poly Aluminium Chloride (PAC) dinilai lebih efektif dan aman.
“Saya bingung kenapa masih menggunakan tawas tepung, padahal PAC jauh lebih baik dan lebih aman karena sudah teruji,” ujarnya.
Ia juga mengkritik kurangnya pengujian menyeluruh sebelum penggunaan bahan kimia secara luas, yang dinilai merugikan masyarakat sebagai konsumen.
Sementara itu, Direktur Teknik PDAM Indramayu, Jojo, menjelaskan bahwa kondisi air keruh dipengaruhi faktor cuaca serta perubahan bahan kimia dalam proses pengolahan.
“Pergantian bahan kimia ini kami menilai belum mampu menghasilkan kualitas air yang jernih secara optimal,” ujarnya.
DPRD mendesak PDAM segera melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan kualitas air bersih kembali normal dan aman digunakan masyarakat. (Agus Sugianto)

















































































































Discussion about this post