Iskandar mengatakan bahwa dunia saat ini menghadapi banyak tantangan dan sangat tergantung bagaimana bisa menghadapi perkembangan yang sangat cepat ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kita bersaing sekaligus bekerjasama. Hanya dengan bekerjasama kita akan dapat mengetahui dan beradaptasi dengan teknologi, begitu pula kita dapat memenangkan kompetisi kalau kita kuasai teknologi, itulah mengapa KAHMI harus sinergis, solid dan mengedepankan solidaritas agar mampu memberikan kontribusi terhadap ummat dan bangsa.” Jelas Iskandar.
Sementara, Presidium MW KAHMI Jabar Dr. Fauzan Ali Rasyid, mengingatkan bahwa KAHMI di manapun berada, apapun profesinya setelah menuntut ilmu di kampus masing-masing, meskipun berbeda latarbelakang pendidikan, namun dapat menjadikan ilmu pengetahuan itu sebagai modal utama dalam memajukan bangsa ke depan.
Dia juga mengingatkan bahwa anggota KAHMI hendaknya tidak selalu membahas masalah politik, siapa presiden atau wakil presiden atau bupati dan wakil bupati nantinya, tetapi juga membicarakan bagaimana memajukan bangsa melalui dunia usaha, entrepreneurship, bagaimana membangun bangsa ini menjadi bangsa yang baldatun Thoyibatun warobbun Ghofur.
“Untuk itu KAHMI siap bersinergi dengan pemerintah dalam hal memberikan gagasan dan ide pembangunan. Dengan background disiplin ilmu yang bervariatif cukup banyak pakar-pakar dalam KAHMI yang bisa berkontribusi secara ide dan gagasan dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
















































































































Discussion about this post