KOTA CIREBON, (FC).- Sebagai upaya memperkuat dan mengembangkan kemampuan personil pemadam kebakaran, Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon mengadakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemadam 1.
Pj Sekda Kota Cirebon M Arif Kurniawan mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) salah satunya melalui Diklat Pemadam 1 ini.
Dikatakan Arif, pelatihan ini penting untuk meningkatkan keterampilan teknis para petugas pemadam kebakaran.
Menurutnya, selain untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, pelatihan juga berfungsi sebagai syarat sertifikasi bagi yang ingin mendaftar sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
“Melalui kegiatan ini bisa menjadi kesempatan yang baik untuk senantiasa berupaya seoptimal mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam melakukan kesiapsiagaan tanggap bencana,” ujarnya, Selasa (3/9).
Ia memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan Diklat Pemadam 1. Pihaknya menekankan bahwa kegiatan ini berfokus pada pemberian pengetahuan dan keterampilan penting kepada petugas pemadam kebakaran, terutama dalam hal pencegahan dan penanganan kebakaran, serta penyelamatan jiwa dan evakuasi.
“Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya kebakaran dan cara-cara mitigasinya,” imbuhnya.
Pemkot Cirebon juga tengah berupaya meningkatkan sarana dan prasarana terkait pemadam kebakaran secara bertahap. “Anggaran untuk pelatihan ini telah dialokasikan, dan sebagian besar dari hampir 200 personil di Dinas Pemadam Kebakaran telah mendapatkan pelatihan. Sisanya akan dilatih pada tahun depan,” lanjutnya.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada sarana-prasarana, termasuk usulan pembangunan gedung kantor pemadam kebakaran yang lebih representatif di Jalan Pemuda.
“Kita sudah mengajukan bantuan dari pemprov untuk pembangunan tersebut, yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp20 Miliar. Kami sudah memiliki lahan, DED (Detail Engineering Design) sudah siap. Kami berharap ini bisa terealisasi pada tahun 2026,” katanya.
Sementara, Kepala Seksi Kesiapsiagaan Operasi dan Penyelamatan Kebakaran, Nurjaman SE mengungkapkan bahwa pelatihan ini berlangsung selama delapan hari.
“Ada 70 peserta, terdiri dari 50 personil Damkar dan 20 anggota Arhanud 14/PWY. Pelatihan untuk memberikan pengetahuan mendalam, baik dasar maupun lanjutan, dalam penanganan kebakaran dan situasi darurat,” katanya.
Dengan adanya pelatihan ini, personil Damkar Kota Cirebon akan lebih siap dalam menghadapi berbagai situasi darurat dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan mereka kepada masyarakat. (PPL)
















































































































Discussion about this post