KAB. CIREBON, (FC).- Bupati Cirebon, H Imron “Mubeng” (Mudun Bareng) di Wilayah Kecamatan Dukupuntang dengan menggunakan kendaraan roda dua. Bupati bersama rombongan berkeliling memberikan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan bantuan lainnya di Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Sabtu (11/2).
Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan beberapa pihak terkait, seperti Baznas, Bulog, Disperdagin, Disdukcapil, Dinkes dan perangkat daerah lainnya.
Selain menggelar monitoring harga pangan di Pasar Minggu Kecamatan Palimanan, juga ada pemberian bantuan Sembako berupa beras murah, adminduk, alat-alat kesehatan serta pemberian bantuan rutilahu di Desa Cipanas dan Desa Kedongdong Kidul, Kecamatan Dukupuntang.
“Sudah ada tiga Rutilahu yang akan kita perbaiki. Tadi, kita lihat rumahnya memang tidak layak huni dan akan direhab mulai besok,” ujar Imron.
Selain memberikan bantuan Rutilahu, Pemerintah Kabupaten Cirebon juga berkerja sama dengan beberapa elemen lainnya memberikan bantuan beras murah sekaligus menggelar operasi pasar di Desa Cipanas. “Kami berkerja sama dengan Disperdagin dan Bulog, mengadakan operasi pasar dalam rangka menjaga stabilitas harga pasar guna menekan inflasi,” ungkap Imron.
“Saat ini, kami sediakan 10 ton beras dengan harga Rp9.400 per kilogram. Sementara ketika operasi pasar, harga beras kualitas medium dibandrol dengan harga Rp12.000 per kilogram,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Cirebon, Budi Sultika mengatakan, harga beras naik di pasaran karena suplai dari petani kurang. “Karena suplainya kurang, saat ini sedang memasuki musim tanam bukan musim panas, jadi suplainya kurang,” ujarnya.
Budi menambahkan, Bulog memperkirakan musim panen akan masuk pada awal Bulan Maret. “Untuk musim panen diperkirakan akan terjadi di awal Bulan Maret,” lanjutnya.
Sementara, untuk stok beras di Bulog Cabang Cirebon, mencapai 5.200 ton beras, tambah Budi, stok tersebut dinilai aman hingga memasuki musim panen. “Untuk stok di Bulog sendiri, saat ini kami memiliki stok 5.200 ton beras, aman hingga bulan Maret, saat memasuki musim panen,” tambahnya.
Adanya operasi beras murah yang digelar oleh Bulog Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Cirebon ini, dinilai bisa membatu meringankan beban masyarakat. Pasalnya saat ini harga beras dipasaran melonjak naik, akibat dari stok beras yang sedikit, karena sentra pertanian saat ini sedang memasuki musim tanam.
“Harga beras di pasar cukup tinggi dibandingkan harga dioperasi beras murah ini. Sekarang itu kisaran Rp12.500 sampai Rp13.500 per kilogram, kalau di sini kan murah, cuman Rp9.400 per kilogramnya,” ungkap Zaenal Abidin, warga setempat. (Ghofar)


















































































































Discussion about this post