KOTA CIREBON, (FC).- Pemkot Cirebon melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan Dan Perindustrian (DKUKMPP) terus berupaya melakukan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Salah satu pendukung utama pemulihan ekonomi adalah bangkitnya UMKM. Karena sektor ini merupakan sektor yang termasuk paling terdampak.
Atas hal itu, berbagai gagasan inovatif perlu dilakukan, seperti Festival Pekalipan, yang resmi diluncurkan oleh Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati, pada Sabtu (24/9) malam. Dengan mengusung tema “Akurturasi Budaya Caruban Nagari”
Dalam pembukaan festival yang dihadiri ribuan masyarakat Cirebon dan sekitarnya tersebut, digelar berbagai kesenin dan budaya khas Cirebon. Seperti Band NewBI, Topeng Losari Purwakencana, Sanggar Ginajar Rahayu, Barongsai PSBD Kelabang, Tarian Sufi Al Jazeera, dan stand-stand kuliner UMKM disepanjang Jalan Pekalipan.
Pada kesempatan itu Eti menyampaikan, Festival Pekalipan ini harus dijaga oleh semua pihak keberlangsungannya.
Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati menitipkan program tersebut kepada warga Kota Cirebon dan berpesan untuk bersama-sama menjaganya.
Dikatakannya, program kegiatan Festival Pekalipan dapat terwujud berkat kolaborasi antara Pemerintah Daerah Kota Cirebon beserta para stakeholders termasuk masyarakat Kota Cirebon.
“Saya berpesan agar dapat menjaga, memelihara, dan merawat aset yang berada di lokasi Festival Pekalipan ini,” ungkapnya Eti Herawati.
Eti mengatakan, melalui program ini akan terwujud penataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan UMKM yang dipadukan dengan aksi kesenian dengan konsep one stop shopping, one stop culinary dan one stop tourism.
“Dalam pelaksanaan kegiatan ini, saya mengimbau dan mengajak kepada seluruh pihak untuk dapat menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan keindahan sehingga terwujud kenyamanan, baik bagi pedagang maupun pengunjung,” ucapnya.
Eti menjelaskan, program ini sesuai amanat Pasal 60 Ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
“Mudah-mudahan, program ini bisa mengakselerasikan pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya,” imbuh Eti.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon atas dukungannya, serta stakeholder dan masyarakat warga Cirebon serta Pekalipan.
“Tema malam ini Akurturasi. Banyak yang menanyakan, seharusnya akulturasi. Tapi malam ini kami beri tema Akurturasi,” ujar Iing.
“Kenapa Akurturasi, karena Cirebon terdiri dari berbagai etnis, terdiri dari berbagai suku, berbagai mata pencaharian dan lain sebagainya. Tetapi melalui Festival Pekalipan ini kita ingin tetap akur, tetap damai, ingin tetap bersama,” sambungnya.
Mudah-mudahan, kata Iing, ikhtiar Pemerintah Kota Cirebon tentunya membuat masyarakat Kota Cirebon bahagia.
“Kami melakukan penataan dan pembinaan PKL dan UMKM, untuk menggerakkan roda perekonomian di Kota Cirebon ini,” tutupnya. (Agus)


















































































































Discussion about this post