KAB. CIREBON, (FC).- Selama pandemi Covid-19, nelayan Desa Gagasari Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, menghentikan pelaksanaan pesta laut atau nadran selama dua tahun. Pada tahun ini para nelayan kembali menggelar nadran, Minggu (17/7).
Kuwu Desa Gagasari Tamam Haryanto mengungkapkan, setelah dilanda pandemi Covid-19, nelayan Desa Gagasari kembali menggelar nadran. Pelaksanaannya sendiri disambut antusias oleh masyarakat, yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Mereka datang dari berbagai daerah rantau pulang kampung untuk mengikuti nadran.
“Masyarakat nelayan Desa Gagasari sebagian besar merupakan nelayan rantau, dan mereka pulang hanya untuk menggelar acara nadran, sebagai wujud syukur para nelayan kepada sang pencipta,” terangnya.
Dijelaskan Tamam, jumlah nelayan asal Desa Gagasari ada sekitar 1.000 nelayan, dan hampir sebagian besar sebagai nelayan rantau, ada yang menjadi nelayan andon, dan hanya sebagian kecil yang menetap di Desa Gagasari.
Mereka terkadang merantau bertahun-tahun dan pulang hanya untuk mengikuti acara nadran juga untuk berlebaran. Setelah usai mengikuti rentetan acara nadran, meteka kembali berangkat merantau bersama perahu mereka.
“Kebanyakan di daerah Lampung Sumatra, ada juga di daerah Pesisir Jawa dan laut selatan, nadran sudah menjadi ikatan batin bagi mereka, sehingga kalau ada nadran pasti pulang kampung,” paparnya.
Tamam menuturkan, saat ini harga jual rajungan sedang turun, yang semula Rp500 ribu perkilo daging rajungan kini hanya sekitar Rp80 ribu perkilo. Nelayan asal Desa Gagasari kebanyakan nelayan rampus, hasil tangkapannya ikan dan lainnya sehingga mereka tak terpengaruh dengan kondisi anjloknya harga rajungan.
“Tetapi kalau nelayan mereka tidak melihat kondisi sedang pailit atau harga jual ikan anjlok, kalau memang sudah waktunya digelar nadran maka digelar, justru mereka berharap setelah nadran digelar akan banyak rejeki melimpah,” terangnya.
Tamam juga menambahkan, pada pelaksanaan nadran tahun ini tidak jauh dengan pelaksanaan nadran sebelumnya yang rutin digrlar setiap tahun. Acara inti nadran adalah larung saji ke laut yang diikuti seluruh perahu milik belayan asal Desa Gagasari,.
Secara adat mereka menyiramkan air laut dari larung saji ke perahu mereka, agar selalu diberi rejeki yang melimpah dan diberi keselamatan selama melaut, rentetan acara juga digelar pagelaran wayang serta pagelaran sandiwara.
“Nadran merupakan adat tradisi masyarakat nelayan yang sudah puluhan tahun berlangsung, kami selaku pemdes mendukung agar acara berjalan lancar, aman, damai dan kondusif,” harapnya. (Nawawi)













































































































Discussion about this post