INDRAMAYU, (FC).- Warga Kabupaten Indramayu digegerkan atas pemandangan nyala api yang membara berasal dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan. Kondisi ini pun membuat heboh warga, karena mereka khawatir atas peristiwa ledakan yang terjadi di Kilang Pertamina Balongan seperti pada 2021 lalu.
“Takut pastinya kejadian lagi, apalagi itu nyalanya besar sekali,” ujar salah seorang warga setempat, Yosep (33), Sabtu (8/5).
Atas hal tersebut, Area Manager Communication, Relation and CSR PT KPI Refinery Unit VI Balongan Imam Rismanto mengungkapkan, nyala api yang terlihat lebih besar ini merupakan kondisi normal ketika tahapan start up kilang dilakukan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi ini, ini kondisi normal dan dilakukan dengan pengawasan aspek safety yang ketat,” tegas Imam.
Imam menyampaikan, flare merupakan bagian peralatan Kilang Balongan yang berfungsi membakar gas sisa proses produksi kilang. Serta menjaga kestabilan operasional kilang, sehingga bisa melindungi kilang minyak dari ancaman tekanan berlebihan.
“Selain sebagai pengamanan, pembakaran gas flare bertujuan untuk meminimalisir pencemaran lingkungan karena apabila gas yang dibuang ke udara tanpa dibakar terlebih dahulu tentunya memiliki dampak negatif bagi lingkungan sekitar,” kata Imam.
Imam menjelaskan, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan melaksanakan start up atau pengoperasian Kilang pasca selesainya pelaksanaan turn around atau proyek perawatan kilang.
Start up Kilang Pertamina RU VI Balongan sendiri dilakukan secara bertahap sejak akhir April 2022. Pada saat start up berlangsung maka akan ada kondisi dimana nyala api pada flare akan lebih besar dari biasanya, disertai dengan suara yang juga lebih besar.
“Pelaksanaan start up Kilang Balongan juga telah dikomunikasikan kepada para kuwu di sekitar kilang Balongan,” pungkasnya. (Agus Sugianto)















































































































Discussion about this post