KAB. CIREBON, (FC).- RSUD Waled tetap siaga akan paparan baru kasus Covid-19, meski kasus Covid-19 saat ini cenderung melandai seiring makin tingginya angka presentase masyarakat yang sudah melakukan vaksin.
Hal itu disampaikan Direktur RSUD Waled, dr H Mohamad Luthfi saat melakukan persiapan menghadapi masa mudik dan balik lebaran 2022.
Ditemui di kantornya, Lutfi mengungkapkan, RSUD Waled seperti tahun sebelumnya setiap memasuki musim lebaran pihaknya selalu melakukan upaya untuk mengantisipasi atau persiapan mudik lebaran.
Menurutnya, mudik lebaran tahun ini agak spesifik, karena masih di tengah pandemi Covid-19, maka dari itu pihaknya mempersiapan seperti yang dilakukan seperti biasanya, diantaranya adalah menyiapkan tenaga-tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis yang jaga selama arus mudik maupun arus balik.
“Untuk dokter spesialis kita akan standby kan dari berbagai disiplin ilmu, misalkan ada kasus kecelakaan, dokter ortopedi kita siapkan barangkali diperlukan tindakan tindakan operasi,” terangnya, Selasa (12/4).
Selain meyiapkan dokter spesialis, dokter umum dan perawat juga dipersiapkan untuk tetap ada dan siap kapan saja ketika ada pasien, kalau biasanya pada musim lebaran baik saat arus mudik maupun arus balik yang paling banyak adalah kasus kecelakaan.
Maka pihaknya mempersiapkan untuk dokter spesialis yang terkait untuk penanganan kasus-kasus kecelakaan tersebut, tetapi sebagian pengalaman juga ada beberapa pasien yang mengalami seperti keletihan dan lainnya maka pihaknya juga mempersiapkan dokter spesialis penyakit dalam.
“Dokter spesialis yang terkait dengan kasus-kasus yang sering terjadi saat musim arus mudik dan arus balik kita siapkan untuk selalu ada dan berjaga di RSUD Waled ini,” terang Luthfi.
Terkait masih ditengah pandemi Covid-19, Luthfi menjelaskan, kalau melihat tren kasusnya memang sudah mulai menurun, bahkan di beberapa minggu terakhir ini kasusnya sudah semakin mengalami penurunan, sebagian besar masyarakat melakukan yang positif melakukan isolasi mandiri di rumah atau diisolasi terpadu.
āNah kalau yang dirawat di RSUD tentunya kasus-kasus yang sedang, berat atau yang kritis. Walaupun kasus di rumah sakit ini menurun tetap kita harus waspada, ini juga salah satu dampak dari capaian vaksin yang semakin tinggi, sehingga bisa mengurangi pasien yang terpapar kalaupun ada pasien yang terpapar juga cenderung gejala ringan saja,” jelaanya. (Nawawi)











































































































Discussion about this post