KAB. CIREBON, (FC).- Penjual aneka jajanan atau kuliner khas bulan Ramadan di tahun ini mengaku ada peningkatan minat dari para pemburu kuliner takjil, dibandingkan dengan Ramadan tahun-tahun sebelumnya.
Hal tersebut dirasakan oleh salah satu penjual jajanan khas bulan Ramadan, Rini (33).
Dirinya mengaku, penjualan kuliner khas Ramadan di tahun ini mengalami peningkatan, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Yang sangat terasa sekali itu di awal pandemi Covid-19. Pada Ramadan tahun 2020 lalu,” ungkap Rini ditemui di sela-sela kesibukannya, Rabu (6/4).
Tahun berikutnya di 2021, penjualannya tetap masih tergopoh-gopoh menjual kuliner khas Ramadan tersebut.
Dibandingkan sebelum pandemi Covid-19 melanda penjualan selalu habis tak bersisa.
“Di awal pandemi turun drastis, sampai setiap hari selalu menyisa.
Maka otomatis penjualan dikurangi. Di tahun 2021-nya Alhamdulillah ada peningkatan, tetapi tetap masih ada sisa, dibandingkan sebelum pandemi melanda, selalu habis,” katanya.
Ibu dua anak itu kembali menambahkan, menu takjil yang dijajakannya saat ini adalah mulai dari aneka macam kolak, bubur dan botok.
“Semuanya dijual dengan harga Rp3500,” ungkap Rini yang menjajakan takjil di Jalan Fatahillah, Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.
Ia mengaku, saat ini bisa menjual per harinya mencapai 300 bungkus takjil berbagai jenis. Dirinya bersama pedangan lainnya, sudah mulai membuka lapaknya sejak kira-kira pukul 15.00 WIB.
“Kalau hari biasa di rumah saja. Lumayan buat tambah-tambah kebutuhan Lebaran nanti,” ujarnya.
Dirinya tak lupa menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang sudah dapat mengendalikan Covid-19, sehingga perekonomian kembali menggeliat.
“Imbasnya ya saat ini, dua tahun lalu sangat terasa, saat ini Covid-19 sudah terkendali, ekonomi kembali bangkit,” pungkasnya. (Gofar)












































































































Discussion about this post