MAJALENGKA, (FC).- Sebanyak 19 siswa SMAN 1 Bantarujeg Majalengka dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil Test sebab yang dilakukan oleh tim Satgas kecamatan setempat.
Namun mereka siswa yang positif Covid-19 tersebut belum dipastikan terpapar varian Omicron atau bukan.
Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Bantarujeg, Nunung Nurlaela mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah belasan siswa tersebut terjangkit varian Omicron atau bukan.
Pihaknya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Kesehatan Majalengka dan harus kembali ditinjau ke laboratorium di Bandung.
“Belum bisa dipastikan (terpapar varian Omicron), karena hal itu perlu ditinjau lebih jauh dan proses pemeriksaan harus melalui laboratorium yang kini hanya tersedia di Bandung paling dekat,” ujar Nunung saat ditemui di Puskesmas Bantarujeg, Sabtu (5/2/).
Namun demikian, pihaknya berharap ke 19 siswa SMAN 1 Bantarujeg hanya terpapar Covid-19 saja dan bukan varian omicron.
Sehingga, masyarakat Majalengka, khususnya warga Kecamatan Bantarujeg terbebas dari varian yang cepat menyebar itu.
“Semoga saja tidak terjadi, sehat-sehat semuanya,” ucapnya.
Sementara, Kepala Puskesmas Bantarujeg, Eco Casra menambahkan, untuk mengatisipasi sebaran paparan covid-19, pihaknya melakukan test kepada 689 orang baik siswa maupun guru yang dites rapid antigen.
Hal itu untuk mengetahui, kasus penyebaran yang terjadi di sekolah tersebut.
“Iya hari ini sasarannya ada 689 orang, baik siswa maupun guru. Kemarin tertunda karena tes rapid antigen nya kurang,” jelas dia.
Sementara itu Kepala SMAN 1 Bantarujeg, Toto Warsito mengatakan, munculnya kasus tersebut berawal dari seorang siswi saat pembelajaran di sekolah pada Kamis (3/2) kemarin.
Dijelaskan dia, saat itu siswi yang diketahui dari kelas XII IPS 1 itu mengeluh sakit dan sempat pingsan di Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, pihak sekolah membawanya ke Puskesmas Bantarujeg.
“Jadi pada kamis kemarin, ada siswi yang sakit di kelas, terus dibawa sama teman-temannya ke UKS. Ternyata di UKS pingsan dan agak lama pingsannya. Lalu saya perintahkan Satgas Covid-19 sekolah untuk dibawa ke Puskesmas Bantarujeg,” katanya.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Puskesmas setempat, jelas dia, diketahui siswi tersebut dinyatakan positif Covid-19.
Menindaklanjuti hal itu, pihak sekolah didampingi Satgas Covid-19 Kecamatan Bantarujeg dan Puskesmas melakukan tracing ke teman satu kelasnya.
“Hasilnya ditemukan 4 orang kembali dinyatakan positif Covid-19,” ujarnya.
Melalui hasil rapat yang dilakukan dengan Satgas Covid-19 Kecamatan Bantarujeg, pihak sekolah kembali melakukan tracing ke warga sekolah secara keseluruhan.
Sebanyak 689 orang baik para siswa, guru dan karyawan sekolah melakukan tes swab.
“Nah dari situ diketahui ada 18 siswa lagi yang terpapar. Mereka berasal dari berbagai kelas,” ucap Toto.
Lebih lanjut, Toto menyatakan, 18 siswa yang positif Covid-19 itu berstatus tanpa gejala.
Mereka pun saat ini menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.
“Karena kemarin alat swabnya kurang, baru sekitar 689 orang yang diswab, sisanya sebanyak 72 siswa akan swab hari ini di Puskesmas Bantarujeg,” ujar Kasek Toto.
Untuk mencegah penyebaran lebih luas kata Toto, pihaknya menghentikan sementara pembelajaran tatap muka. Upaya ini dilakukan untuk memutus matarantai penyebaran Covid-19.
Pihak sekolah juga tengah melakukan penyemprotan disinfektan ke setiap sudut sekolah agar virus virusnya tidak menyebar. (Munadi)










































































































Discussion about this post