KUNINGAN, (FC).- Ternyata virus bukan hanya menyerang manusia, melakukan hewan jenis ikan pun bisa terserang virus.
Pergantian musim saat ini perlu diwaspadai bagi penghobi ikan jenis koi, mengingat beberapa hari ini pembahasan sesama penghobi terjadi serangan virus yang mengakibatkan ikan sakit dan berujung kematian.
Para penghobi ikan koi itu menyebut penyakit bernama Bakteri Aeromonas.
Pendiri Kuningan Koi Comunity (KKC), Ade menjelaskan, penghobi ikan harus mengetahui terlebih dahulu karakter ikan koi yang terserang penyakit, sehingga pertolongan pertama dapat segera dilakukan.
Pertama, lanjut Ade, terjadinya flashing atau gerakan ikan menyerupai menggaruk tubuh pada benda di kolam. Berenang dengan gerakan mendadak, atau salto, bahkan hingga melompak keluar air karena menderita reaksi iritasi.
Flahsing sendiri, masih kata Ade, ada bebarapa diantaranya akibat kadar polusi amoniak, nitrit dan nitrat.
Kemudian PH terlalu rendah karena hujan, atau PH akibat parasit makro bahkan mikro. Dan untuk penanganan secara sederhana bisa dilakukan bagi para penghobi.
Baca Juga: Pertama di Kuningan, Kontes Ikan Koi akan Digelar Pekan Depan
“Pertama ganti air 50 persen, dan bersihkan media filter, kemudian puasakan ikan selama 2-3 hari, itu dilakukan apabila terjadi polusi amoniak,” ujar Ade, Rabu (28/7).
Apabila terkena air hujan deras, lanjut Ade, maka wajib diganti air sekitar 30 persen. Kemudian bisa dilakukan penambahan media filter untuk penunjang tercampurnya air hujan, seperti karang atau oyster shell.
Jika ditemukan parasit seperti kutu yang terlihat kasat mata, baiknya beri obat kutu sesuai dosis, seluruh kolam dan filter agar parasit tidak berkembang biak.
“ulangi hingga 6 hari pengobatan berturut-turut untuk memutus berkembangbiak kutu,” jelas Ade.
Sedangkan terserang kutu yang tidak terlihat dengan identifikasi tubuh berlendir, maka diwajibkan penggunakan PK dengan dosis sesuai takaran dengan pengulangan 2 hari sekali sampai 3 kali pengulangan.
Dan yang lebih berbahaya, lanjut Ade, yaitu bakteri aeromonas yang sebenarnya sudah ada di kolam masing-masing. Bakteri ini menyerang ketika ikan dalam kondisi stres dan daya tahan tubuh menurun.
“Ikan stres sendiri terjadi bila terjadi perubahan suhu yang drastis, padahal situasi itu berbahaya untuk ikan, karena imunnya bisa menurun, seperti kasus ramai sekarang Corona Virus juga menyerang ketika imun manusia menurun,” ungkap Ade.
Ade berpesan, penghobi harus apik, dan bergegas apabila ada perubahan suhu pada kolam, setidaknya dengan bantuan heater agar suhu kolam bisa stabil. (Ali)


















































































































Discussion about this post