INDRAMAYU, (FC).- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu bakal mengusulkan menggratiskan biaya swab antigen untuk calon pengantin (Catin) yang hendak menikah. Usulan tersebut akan disampaikan kepada pemerintah daerah.
Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kemenag Indramayu, Rosidi mengatakan, usulan tersebut dilakukan sebagai solusi untuk memfasilitasi para calon pasangan pengantin, khususnya dari kalangan tidak mampu.
Pasalnya, dari sebanyak 764 calon pengantin yang mendaftar ke Kantor Urusan Agama (KUA), sebanyak 94 di antaranya mengundurkan diri.
“Karena ini untuk membantu masyarakat yang ekonominya terbatas, sehingga mereka tidak menunda pernikahan,” ujarnya, Selasa ( 27/7)
Rosidi menjelaskan, regulasi wajib swab antigen kepada dua calon pengantin, dua saksi, dan wali ini sangat memberatkan bagi pasangan dengan ekonomi rendah.
Jika swab antigen untuk satu orang dihargai Rp 150 ribu, maka diperlukan biaya sebesar Rp 750 ribu untuk swab terhadap 5 orang.
Hal inilah yang membuat tidak sedikit pasangan pengantin memilih untuk menunda dahulu pernikahan mereka.
Ia berharap, dengan usulan tersebut, para calon pengantin di Kabupaten Indramayu bisa tetap melangsungkan pernikahan.
Adapun regulasi wajib swab ini, disampaikan Rosidi, menjadi syarat wajib pernikahan di masa pandemi Covid-19.
Dengan tujuan, untuk melindungi penghulu dari terpaparnya Covid-19 dan untuk mencegah terjadinya klaster virus corona dari kegiatan pernikahan.
Terlebih sekarang ini, Kabupaten Indramayu masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 sampai dengan 2 Agustus 2021.
Ia juga menyampaikan, pada pelaksanaan pernikahan sendiri, pihaknya melarang adanya resepsi pernikahan karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kerumunan.
Sebagai gantinya, para calon pengantin hanya melakukan akad nikah saja.
“Ini sesuai SE Kemenag Nomor: P-002/DJ.III/Hk.007/07/2021 dan SE Bupati Indramayu Nomor: 443/1611 /Org,” pungkasnya. (Agus)













































































































Discussion about this post