INDRAMAYU, (FC).- Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Milenial Jaya Desa Mundak Jaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, melaksanakan gerakan pengendalian (gerdal) hama wereng penggerek batang dan sundep, Kamis (17/6).
Dalam gerakan pengendalian hama itu melibatkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Cikedung dan BPP Kecamatan Cikedung.
Ketua Kelompok Tani Milenial Jaya, Ismail, didampingi sekretaris jaenudin, mengatakan, gerakan pengendalian hama itu sudah dilakukan beberapa kali, mulai tanam padi sampai sekarangi.
“Sampai hari ini sudah empat kali para petani melaksanakan gerakan pengendalian. Sedangkan kerjasama antara petani dengan dinas terkait sudah dua kali ini melakukan gerakan pengendalian hama tersebut,” kata Ismail.
Ismail menjelaskan, perkembangan hama wereng penggerek batang ini sangat cepat. Apalagi di musim MT 2 atau musim gadu, serta varietas (dominan lokal) yang tidak tahan serangan hama wereng penggerek batang dan sundep.
“Hal tersebut sangat cocok dengan hama wereng batang untuk hidup dan berkembang biak,” kata Ismail.
Ia mengungkapkan, gerakan pengendalian hama itu dilakukan pada lahan pertanian padi seluas 1 hektar. Sedangkan luas pengendalian Kelompok Tani Milenial Jaya 125 hektar.
“Alhamdulillah, untuk hama tikus nyaris tidak ada alias nihil. Saat ini, hanya hama penggerek batang dan sundep yang kita waspadai dan kita kendalikan,” ucapnya.
Ditambahkan sekretaris Kelompok Tani Milenial Jaya, Jaenudin menyebutkan, saat ini tanaman padi tersebut sudah berusia 3 minggu, dan harus dijaga tanaman padi sampai 85 hari usia tanam.
Harus merancang sekema pengedalian hama, supaya ketika hama mulai menyerang, pihaknya sudah siap dan sudah mengupayakan sesuai kemampuan.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan gerakan pengendalian beberapa kali, populasi hama sudah nyaris tidak ada. Kendati demikian, kita tetap mewaspadainya,” katanya.
Ia menuturkan, jika hama tersebut itu dibiarkan akan mengancam gagal panen pada tanaman padi tersebut. Dampak serangan hama itu, batang tanaman padi bisa putus hingga kering dan tidak tumbuh malai. Bahkan jika dibiarkan, tanaman padi bisa sampai mati.
“Tujuan dari gerakan pengendalian hama ini untuk pengamanan produksi padi dari ancaman hama khususnya wereng penggerek batang tersebut,” ungkapnya. (Agus))

















































































































Discussion about this post