KAB. CIREBON, (FC).- Jauh sebelum Covid-19 melanda pribumi, dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dibentuk, ternyata wilayah pemakaman Sunan Gunung Jati tepatnya di Gunung Sembung telah memiliki Satgas sendiri sejumlah 35 orang.
Satgas ini memang ditugaskan untuk mengamankan wilayah ziarah baik di hari biasa maupun ketika ada acara tradisi.
Selaku Sekretaris Makam Sunan Gunung Jati atau Kuncen Nasrudin mengatakan, ke 35 anggota satgas ini sudah ada sejak kurang lebih lima tahun.
Satgas ini dibentuk oleh Sultan Keraton Kanoman, Pangeran Pati Muhammad Raja Qodiran.
“Jadi satgas itu sudah dibentuk lima tahun, dan dibentuk Keraton Kanoman oleh Pangeran Pati Muhammad Raja Qodiran,”ujarnya, Senin (24/5).
Adanya ke 35 orang pilihan ini guna membantu arus peziarah. Sehingga, tidak terjadi kemacetan atau kepadatan pengunjung di lokasi pemakaman Sunan Gunung Jati. Setidaknya perhari terdapat 7 orang yang berjaga.
“Satgas ini untuk membantu arus peziarah supaya tidak terjadi kemacetan atau perkumpulan terlalu lama. Perharinya hanya 7 orang dijadwal, kecuali ada tradisi seluruhnya ditugaskan,” bebernya.
Dikatakannya ke 35 satgas ini dipilih bukan dari sembarang orang melainkan anggota krama Sunan Gunung Jati yang sejumlah 121.
“Satgas itu diambil dari anggota kraman Sunan Gunung Jati yang sejumlah 121 itu yang tiap grupnya kita ambil 6 atau 7 orang. Dan kita perbantukan jika ada acara yang bersifat tradisi,” ucapnya
Untuk pembagian tugas sendiri disebutkannya, menyesuaikan kondisi. Bisa ada yang ditempatkan di lapangan seperti parkir. Dan juga dibagian pintu haji juga di bagian atas.
“Pembagian tugas menyesuaikan. Kalau grebeg syawal yang biasa digelar oleh Keraton Kanoman dengan posisi masing-masing. Ada di perempatan jalan kemudian, di lapangan untuk mengatur parkir. Ada sebagian yang dipintu haji dan di atas,” paparnya, pada FC.
Uniknya para satgas yang bertugas ini, tidak menggunakan sistem gaji alias bekerja suka rela sebagai bentuk pengabdian.
Untuk membedakan satgas dengan petugas makam lainnya pun cukup mudah. Mereka yang mengenakan kaos hitam bertuliskan satgas dipunggungnya adalah orangnya.
“Disini tidak ada istilah gaji. Hanya bentuk pengabdian,” pungkasnya. (Sarrah)












































































































Discussion about this post