KUNINGAN, (FC).- Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) H Khalawi Abdul Hamid melakukan peninjauan progres pembangunan rumah khusus berlokasi di Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeurem.
Peninjauan tersebut bagi yang terdampak dari pembangunan Bendungan Kuningan turut mendampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, H Dian Rachmat Yanuar, Kepala Dinas PUTR Kuningan H M Ridwan Setiawan, dan Kepala DKPP Kuningan, Putu Bagiasna, kemarin.
Dalam kesempatan itu Dirjen Perumahan langsung melakukan peninjauan ke lokasi dengan melihat rumah-rumah yang sudah berdiri.
Di sela peninjauannya itu, Ia menuturkan, saat ini pihaknya meninjau lokasi pembangunan rumah terdampak pembangunan bendungan Kuningan.
Dengan progress pembangunan 419 rumah sudah mencapai 70 persen. Adapun 25 unit rumah khusus sampel sudah selesai.
“Diharapkan, Bulan Juni mendatang pembangunan rumah sudah selesai 100 persen, sehubungan akan digenanginya Bendungan Kuningan ini,” kata H Khalawi Abdul Hamid.
Dalam kesempatan itu, Sekda Dian mengatakan, Pemkab Kuningan dan masyarakat terdampak menyambut relokasi ini dengan gembira. Semoga dengan bantuan dari Pemerintah ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Total rumah yang dibangun sebanyak 444 unit untuk lahan yang disiapkan 7,2 ha. Warga yang direlokasi ini 80 persen berasal dari Desa Kawungsari dan sisanya Randusari dan Sukarapih,” jelas Dian.
Usai melakukan kunjungan ke relokasi pembangunan rumah, dilanjutkan ke lokasi Bendungan Kuningan di desa Kawungsari, Kecamatan Cibereum. Bendungan ini akan menjadi sumber daya air bagi Kabupaten Kuningan dan akan menjadi sumber irigasi hingga seluas 3.000 hektar.
Saat berada di Lokasi Bendungan Dirjen Perumahan menuturkan kepada Sekda Kuningan, bukan hanya sebagai bendungan yang bisa menampung air, namun bisa dimanfaatkan juga sebagai obyek wisata karena kondisi alam disini luar biasa indahnya. (Ali)










































































































Discussion about this post