KAB. CIREBON, (FC).- Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan.
Artinya sama halnya dengan tenaga kesehatan yang sama-sama harusnya mendapatkan prioritas utama untuk diberikan vaksin Covid-19.
Namun, di Kabupaten Cirebon, organisasi kemanusiaan ini dipandang sebelah mata. Pasalnya sasaran tenaga kesehatan sudah diberikan vaksin Covid-19, pelayan publik juga sudah dan yang lainya sudah, tapi PMI Kabupaten Cirebon belum sama sekali.
Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Hj Rd Sri Heviyana mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan kabar bahwa kapan akan dilakukan vaksinasi terhadap petugas Unit Transfusi Darah (UTD) PMI, pengurus PMI dan anggota Markas PMI.
“Kita sudah mengajukan, padahal PMI sama dengan tenaga media yang lain. Kita bersentuhan langsung dengan masyarakat masalah Covid-19. Tapi sampai saat ini kita masih menunggu jadwal. Gak tahu kapan? ” ujar Hj Rd Sri Heviyana, dikantornya, Selasa (16/3).
Akhirnya, aku Heviyana sapaan akrabnya, banyak teman-teman PMI yang sudah melakukan vaksinasi sendiri. Seperti kepala UTD PMI Kabupaten Cirebon, dr Suwanta yang ikut vaksinnya di rumah sakit.
“Sebanyak 75 orang pegawai PMI yang terdiri dari petugas UTD sebanyak 60 orang, pengurus 10 orang dan Markas 5 orang. Secara keseluruhan ini mereka menunggunya. Tapi sampai sekarang belum ada jadwalnya. Mudah-mudahan pemerintah daerah memprioritaskan kita juga,” kata Heviyana.
Menurut Heviyana, petugas PMI Kabupaten Cirebon sering bahkan berhadapan dengan kasus Covid-19 juga, seperti anak-anak Markas yang turun kelapangan untuk penyemprotan desinfektan.
“Sekali lagi mudah-mudahan pemerintah daerah memprioritaskan kami, kami butuh pengamanan supaya kami jadi sehat sebagai garda terdepan untuk Covid-19 seperti ini,” harapnya. (Ghofar).













































































































Discussion about this post