KOTA CIREBON, (FC).- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon memberikan penghargaan kepada sejumlah pendonor darah sukarela (DDS) yang sudah melakukan donor darah hingga 50 kali dan 75 kali sampai lebih dari 100 kali.
Penghargaan langsung diberikan oleh Walikota Cirebon Nashrudin Azis di Ruang Adipura Kencana Balaikota Cirebon, Selasa (9/2).
Azis menyampaikan, penghargaan dan apresiasi yang diberikan kepada para DDS itu tidak akan cukup. Pasalnya sumbangsih yang mereka berikan untuk kemanusiaan tidak bisa dinilai dengan apapun juga.
Namun yang pasti, para DDS ini sudah berinvestasi di dunia akhirat dan mendapatkan penghargaan kemanusiaan dari masyarakat.
Karena darah yang mereka sumbangkan dapat membantu menyelesaikan persoalan kemanusiaan.
“Terus terang, saya sendiri ingin mendonorkan darah saya sejak lama. Tapi hal ini terkendala dengan beberapa persyaratan kesehatan, karena saya tidak dianjurkan untuk donor darah,” jelasnya.
Azis berharap, pengalaman para DDS yang rajin mendonorkan darah dapat ditularkan kepada masyarakat yang lain. Sehingga dapat memacu mereka untuk lebih giat mendonorkan darahnya.
Untuk PMI, pihaknya juga mengapresiasi bulan hanya kegiatan donor darah, tapi kegiatan sosial lainnya yang langsung menyentuh masyarakat.
“Mudah-mudahan partisipasi bapak ibu bisa memunculkan semangat kepada generasi-generasi muda untuk mau donor. Sehingga banyak persoalan kemanusian yang bisa diselesaikan,” ujarnya.
Sementara Ketua PMI Kota Cirebon dr Edial Sanif mengucapkan terimakasih kepada para pendonor yang telah rela memberikan darahnya, untuk membantu keselamatan orang lain.
“Manfaat donor ini kembali kepada diri sendiri. Selain badan sehat, secara psikologis juga sehat. Ini yang seperti dikatakan Pak wali, investasi dunia akhirat, ada kepuasan batin yang membuat kita lebih sehat,” ucap dokter senior ini.
dr Ismail, salah satu pendonor yang mendonorkan darahnya lebih dari seratus kali mengaku,dalam setahun dia bisa menyumbang darahnya sebanyak 3 sampai 4 kali.
Hal ini dilakukan semenjak dirinya masih di bangku kuliah. Badannya tetap fit walaupun usianya lebih dari setengah abad.
“Iya secara rutin selama belasan tahun, saya aktif jadi pendonor darah. Malah bila saya tidak mendonor, badan saya tidak enak. Selain membuat regenerasi sel darah dan kesehatan tubuh, ada sisi kemanusiaan yang bisa menjadi tauladan bagi semuanya,” tutup Ismail yang juga Dirut RSD Gunung Jati ini. (Agus)


















































































































Discussion about this post