KAB. CIREBON, (FC).- Meski sudah dipastikan Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kabupaten Cirebon dijadwalkan ulang, namun proses pendaftaran Calon Ketua DPD Golkar Kabupaten Cirebon sudah dinyatakan ditutup pada Kamis (13/1) kemarin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun FC, sampai dengan ditutupnya waktu pendaftaran, hanya ada satu orang yang mendaftar sebagai Calon Ketua DPD. Satu Calon tersebut Yakni, Teguh Rusiana Merdeka yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon.
Teguh mendaftar sebagai Calon Ketua DPD Golkar Kabupaten Cirebon pada Kamis (13/1), beberapa jam sebelum pendaftaran ditutup. Bahkan sampai ditutupnya pendaftaran pada Sore harinya, tidak ada lagi yang mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua DPD.
Ketua Pengarah Musda atau Stering Comite (SC) Hanafi membenarkan bahwa hanya ada satu Calon Ketua DPD pada Musda Golkar Nanti. Menurutnya, Teguh mendaftar sebagai Calon Ketua DPD dengan mengantongi surat dukungan sebanyak 39, maka bisa dipastikan, Teguh mendapatkan dukungan 70 persen dari 54 surat dukungan.
“Iya hasil penjaringan dan pendaftaran bakal Calon Ketua DPD hanya ada 1 orang balon yaitu Saudara Teguh Rusiana Merdeka dengan 39 Surat Dukungan (surduk) dari 54 Surduk, berarti 70 persen,” kata Hanafi kepada FC saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (17/1)
Masih dikatakan Hanafi, bila dihitung dari Surduk dihitung, Teguh mendapatkan 38,3 Hak Suara dari 46 Hak Suara atau 83,2 % Hak Suara yang mendukung. “Makanya bakal calon lain tdk berani utk mendaftarkan diri sebagai bakal calon, karena pertimbangannya sangat mudah untuk dipatahkan,” tutur Hanafi.
Berdasarkan Juklak-2/DPP/Golkar/II/2020, pasal Pasal 49 Ayat 1 huruf B poin f menyebutkan, lanjut Hanafi. Apabila terdapat Calon yang memperoleh dukungan 50 persen +1 dari pemegang hak suara, langsung dinyatakan sebagai Ketua.
Apabila mengacu pada huruf B tentang tahapan pencalonan, maka sudah seyogyanya tidak ada tahapan pemilihan. Atau dengan istilah lain, Teguh sudah bisa dinyatakan terpilih sebagai Ketua DPD secara Aklamasi.
“Tapi semua itu tergantung kepada Panitia Penyelenggara Musda, apakah perlu diadakan pemilihan atau bisa langsung disahkan sebagai Ketua terpilih. Saya hanya Panitia Pengarah (SC) hanya melaporkan hasil penjaringan, pendaftaran dan verifikasi berkas administrasi serta verifikasi faktual terhadap surduk yg dibuat oleh pemegang hak suara, sesuai tugas kita yg sudah diatur dalam juklak-2 tersebut,” ujar Hanafi.
Saat dikonfirmasi, Teguh yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Musda Golkar membenarkan hal tersebut. Dirinya mengatakan, meskipun dirinya dinyatakan sebagai Calon tunggal dalam perhelatan Musda tersebut, namun ia tidak bisa memastikan apakah dirinya akan terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Cirebon secara aklamasi.
“Forum tertinggi dalam Musda itu kan adanya di Musyawarah, jadi belum tentu juga saya terpilih secara aklamasi. Dan kita (Golkar-red), akan lebih mengedepankan Musyawarah,” kata Teguh.
Menurut Teguh, jalur Musyawarah ini dimaksudkan, untuk menjaga kondusifitas dan juga soliditas partai. Pasalnya, banyak agenda penting yang harus dibahas dalam Musda bukan hanya sekedar pemilihan Ketua DPD.
“Ada yang lebih penting dari pemilihan Ketua saat Musda nanti, karena kita juga akan membahas program kerja kedepan. Selain itu, Musyawarah ini bertujuan untuk menjaga soliditas Partai, kita tidak mau setelah pemilihan Ketua kemudian terjadi perpecahan,” ungkap Teguh.
Seperti diketahui, Musda Golkar yang sebelumnya akan digelar pada tanggal 16 Januari 2021 kemarin, batal dilaksanakan. Hal tersebut dikarenakan, kondisi Kabupaten Cirebon yang masih memberlakukan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai dengan 25 Januari 2021 mendatang.
Ketua Panitia Penyelenggara Musda DPD Golkar Kabupaten Cirebon Teguh Rusiana Merdeka mengatakan, pelaksanaan Musda Golkar diundur sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. Belum bisa dipastikan juga, kapan pelaksanaan Musda akan digelar.
“Pertimbangannya karena kondisi pandemi, kita tidak mau mencontohkan yang tidak baik. Karena Kabupaten Cirebon sedang melaksanakan PPKM, masa sih kita kumpul-kumpul,” kata Teguh kepada FC saat ditemui diruang kerja Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Jum’at (15/1).
Menurut Teguh, agenda Musda kali ini bukan hanya sekedar melaksanakan Pemilihan dan penetapan Ketua DPD saja. Ada 6 agenda lainnya yang harus dibahas dalam Musda tersebut, sehingga waktu pelaksanaan Musda pastinya akan berjalan lama dan memakan waktu sampai dengan Kurang lebih 6 hari.
“Ada 6 agenda dalam Musda nanti, jadi pastinya akan memakan waktu yang cukup lama. Sementara dimasa pandemi ini, waktu ideal yang direkomendasikan untuk berkumpul didalam ruangan ini maksimal 4 jam. Jadi tidak mungkin dong kalau Musda cuma digelar 4 jam,” ungkap Teguh. (Muslimin).














































































































Discussion about this post