KUNINGAN, (FC).- Paguron Silat Nahdatul Ulama Pagar Nusa mulai mencari bibit kader. Hal itu dibuktikan dengan kegiatan Masa Penerimaan Anggota dan Ujian Kenaikan Tingkat, di Pondok Pesantren Hidayatul Falah Desa Sukamukti Kecamatan Cipicung.
Ketua Pagar Nusa Kuningan Alfin Fadillah menyampaikan agenda tersebut untuk menyalurkan seni bela diri pencak silat sekaligus pelestarian, pembinaan dan pengembangan pencak silat khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Pagar Nusa ingin mencetak pendekar bangsa yang berkarakter, sehat secara jasmani dan rohani, serta bersinergi dengan semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk memperkokoh pembangunan kabupaten kuningan,” kata Alfin, Senin (11/1).
Disebutkan Alfin, Pagar Nusa Kabupaten Kuningan juga siap memperkuat Moto Juang yaitu Kuningan maju berbasis Desa. Hal itu dibuktikan dari beberapa daerah di Kuningan, mulai dari Subang sampai Cidahu dengan total anggota mencapai 500 lebih.
“Agenda ini dapat terlaksana juga tidak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan,” kata Alfin diamini Ketua Pelaksana Supriadi.
Ditambahkan Supriadi atau lebih akrab dengan panggilan Adi, bahwa peserta kegiatan yang terdiri dari 149 peserta anggota baru, dan 54 peserta UKT, sehingga total menjadi 203 peserta, yang akan dilaksanakan selama dua hari di Pondok Pesantren Hidayatul Falah, Desa Sukamukti, Kecamatan Cipicung.
“Peserta kita fokuskan untuk para santri di Kabupaten Kuningan,” ujar Adi.
Sementara itu, Bupati Kuningan H. Acep Purnama menyampaikan dalam Islam mengajarkan Rahmatan Lil Alamin, yang artinya Rahmat bagi Alam dan seluruh isinya.
Maka dari itu kegiatan Masa Penerimaan Anggota dan Ujian Kenaikan Tingkat di Pagar Nusa ini, diikuti dengan pembelajaran dan arahan dari sosok guru untuk membentuk karakter, mental, dan spiritual.
“Persilatan sendiri sudah berkembang, bukan hanya di tingkat Lokal, Regional, Nasional bahkan sudah mendunia. Jadikanlah Pencak Silat ini sebagai salah satu kegiatan dalam rangka membangun fisik yang akan menciptakan mental yang baik dan kuat serta tetap maju dengan menjaga ciri khasnya karena merupakan warisan dari leluhur kita.“ jelas Acep.
Acep berpesan walau ada perbedaan budaya harus menciptakan kearifan lokal dan kebhinekaan. Serta untuk peserta Pencak Silat harus menjadi Pesilat yang tangguh dan memiliki jiwa ksatria.
Agenda tersebut dihadiri pula oleh Sekda Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar, Kabag Kesra, Muspika Ciawigebang, Danramil Ciawigebang dan Kapolsek Ciawigebang. (Ali)











































































































Discussion about this post