KUNINGAN, (FC).- Kondisi penyebaran Covid -19 di Kabupaten Kuningan semakin tak terkendali. Bahkan semakin dekat dengan orang nomor satu di Kuningan.
Pasalnya kemarin usai pekerja rumah tangga Pendopo Bupati Kuningan terkonfirmasi positif, hari ini dikabarkan istri dari driver Bupati Kuningan meninggal dunia akibat Covid -19.
Terbukti Senin (21/12) siang, UPT Pemadam Kebakaran Kuningan dengan personil BPBD Kuningan melakukan penyemprotan di area Desa Manggari meliputi kantor Desa Manggari, dan dua rumah pasien yang terindikasi Covid -19.
Meskipun Jubir Satgas Covid -19, Agus Mauludin mengaku bahwa data yang diterima pasien belum keluar hasil swab-nya. Namun yang dilakukan sebagai antisipasi.
“Kalau data belum ada, itu kan pasien sempat dirawat di rumah sakit, jadi kita antisipasi,” kata Agus.
Sementara, Maksum orang terdekat Bupati membenarkan kabar tersebut. Namun kepastian terkonfirmasi positif Covid -19 belum keluar, cuma almarhumah memiliki penyakit bawaan paru-paru dan maag.
“Sudah dirawat 4 harian. Ya mau tidak mau keluarganya (suami) yang menjadi driver Bupati tracing, itu juga katanya juga di swab, tinggal menunggu hasil,” kata Maksum.
Maksum mengaku sudah menyarankan agar orang nomor satu di kuningan untuk berdiam di rumah dahulu, tidak berkeliaran kemana – mana.
Terpisah, Bupati Kuningan H. Acep Purnama kepada wartawan membenarkan kabar meninggalnya istri dari drivernya, dugaan sementara Covid -19.
“Hari ini istri sopir saya pak Uus meninggal, kita turut berduka semoga almarhumah diterima disisi Allah SWT,” kata Acep.
Maka dari itu, mulai besok, Acep memberlakukan Work From Home (WFH) kembali disemua jajaran SKPD maupun Setda Kuningan.
“Kita berlakukan 50% WFH lagi. Kita juga fokus menyelesaikan administrasi yang dilakukan menjelang akhir tahun, kecuali dinas – dinas teknis tidak bisa di WFH kan, tapi yang lain bisa,” kata Acep. (Ali)













































































































Discussion about this post