KOTA CIREBON, (FC). – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon menggelar Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) untuk menentukan Ketua KONI tahun 2020 – 2024.
Musyawarah ini dihadiri oleh seluruh pengurus Cabang Olahraga (Cabor) KONI Kota Cirebon, dan juga Asda 1 Sutisna dengan dipimpin oleh Pimpinan Musyawarah Sri Maryati.
Asda 1 Sutisna dalam sambutannya mengatakan musyawarah ini harus dijadikan sarana untuk menentukan langkah untuk 4 tahun kedepannya.
“Semoga Ketua Koni yang terpilih dapat membawa prestasi keolahragaan bagi Kota Cirebon, dan bisa menjadi organisasi yang mandiri dalam pengelolaannya,” kata Sutisna.
Sutisna menambahkan peran aktif anggota masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya tercapainya tujuan untuk memberikan prestasi bagi para atlet dan juga KONI.
“Upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dengan memberikan pemahaman tentang tujuan dan tugas koni, sehingga masyarakat bisa bersinergi, “ lanjutnya.
Ada 3 tantangan pembangunan Olahraga saat ini diantaranya tingginya tuntutan publik untuk meningkatkan prestasi olahraga, menjadi olahraga sebagai instrumen pembangunan yang terakhir adalah desentralisasi pembangunan olahraga.
“3 tantangan tersebut perlu dicermati dan diantisipasi baik secara sendiri maupun bersama sehingga dapat menguatkan organisasi kembali,” jelasnya.
Sementara itu Ketua KONI 2020-2024 terpilih Wati Musilawati melalui pimpinan musyawarah Sri Maryati mengungkapkan siap untuk melanjutkan tongkat kepemimpinan KONI Kota Cirebon.
“Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar, dan diselesaikan secara cepat, selain itu juga Ketua KONI terpilih siap menjalankan kembali tugasnya dan program-program yang sudah berjalan,”kata Sri Maryati.
Wati Musilawati terpilih karena didukung oleh 26 cabang olahraga dari total 33 cabang olahraga, hal ini sudah melebihi aturan dukungan yang berlaku di KONI.
“Dari aturan yang berlaku setidaknya harus 10 cabor lebih yang mendukung, dan ibu Ketua sendiri memperoleh dukungan dari 26 cabor,” katanya.
Sri mengungkapkan kondisi pandemi saat ini mempengaruhi persiapan dan intensitas latihan dari beberapa cabor yang dipersiapkan untuk Porda 2022.
“Kondisi pandemi memang mempengaruhi intensitas latihan namun kita lihat cabor yang ada masih melakukan latihan-latihan dan semangatnya tidak surut,” tandaanya. (Zaga/Job/FC)













































































































Discussion about this post