KUNINGAN, (FC).- Setelah menjalani isolasi mandiri dan perawatan selama 18 hari, Sekda Kabupaten Kuningan akhirnya dinyatakan sembuh usai hasil swab ke-2 menunjukkan hasil negatif.
Sekda yang sebelumnya dinyatakan terpapar Covid-19 setelah kepulangannya dari dinas di luar daerah, dengan hasil swab ke-2 tersebut menunjukan dirinya dinyatakan sembuh total dari Covid-19.
“Hari ini menjadi hari yang tidak terlupakan dalam hidup saya, Alhamdulillah, hasil swab ke-2 sudah keluar, hasilnya negatif dan saya dinyatakan sembuh. Sungguh anugerah luar biasa setelah sempat mengalami sakit dengan gejala awal tidak enak badan serta hilang indera penciuman dan indera perasa,” jelas Dian
Bagi Dian, hal ini menjadi pengalaman batin yang tidak terlupakan dan fase terberat dalam kehidupannya, ditambah dengan beban pikiran dikarenakan dirinya pun sedang menjalankan Diklat Lemhanas.
Tekanan psikis juga begitu berat dialaminya, karena saat terpapar penyakit yang belum ditemukan obatnya ini, dirinya harus terpisahkan dari anak-anak yang disayanginya.
“Dalam kesempatan ini, dari lubuk hati yang paling dalam, saya sampaikan terima kasih setulus-tulusnya kepada bapak bupati beserta ibu, bapak wabup beserta ibu, yang telah berikan spirit dan bantuannya. kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD 45 yang telah banyak membantu, terutama terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim medis dibawah komando dr. Uun, SP beserta para dokter, paramedis, dan tim RSCI lainnya, yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, hanya satu kata : anda memang LUAR BIASA!, “ lanjut Dian.
Dian juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh teman sejawat, teman-teman alumni, pengurus organisasi, para sahabat, para kyai, ulama, yang telah mendoakan kesembuhan dirinya beserta keluarga.
“Dan tentunya keluarga besar saya beserta saudara-saudara yang selalu mendoakan siang malam utk kesembuhan saya dan keluarga. Semoga Allah SWT mengganjar dengan pahala berlipat ganda. Amin YRA,” lanjut Dian
Sekda yang dikenal suka berolahraga sepeda dan tenis ini, ternyata tak luput dari serangan Covid-19, meski dirinya sudah berupaya menjaga diri agar selalu bugar dengan berolahraga rutin, makan dan istirahat cukup serta menerapkan protocol 3M.
“Takdir memang tidak bisa dielakkan, Covid-19 ini bukan merupakan penyakit sosial. Ini merupakan penyakit infeksius yang bisa menyerang siapa saja, dimana saja, tanpa mengenal pangkat, jabatan, status sosial, kelompok, dan lain-lain,” ucap Dian
Untuk itu, Dian juga berpesan kepada teman-temannya dan seluruh masyarakat, agar jangan menganggap penyakit ini adalah aib yang dijadikan stigma sosial. Yakinkan, Jangan takut untuk terdiagnosa Covid-19 apabila sakit. Ikuti SOP atau alurnya, ikuti sesuai anjuran dokter yang memeriksa.
Jika terdiagnosa Covid lebih dini, maka terapi dan harapan hidupnya lebih besar dan cepat sembuhnya, tidak perlu takut karena jika tidak ditangani segera akhirnya akan lebih fatal. Mudah-mudahan dengan kondisi ini, tentu semua ada hikmahnya.
“Saya berharap adanya tumbuh kesadaran kolektif dari masyarakat, utk perlunya memeriksakan kesehatan secara teratur, terutama ketika merasakan gejala yang tidak seperti biasanya. Masyarakat harus meningkat kesadarannya untuk hidup lebih sehat, filosofi “equal life” harus dilaksanakan. Seimbang jasmani dan rohani; kerja, istirahat, asupan gizi/makan, olahraga, spiritual, semua ada dalam keseimbangan. Dan tentu saja tetap laksanakan 3 M (menggunakan masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan),” pungkasnya. (Bambang)













































































































Discussion about this post