KAB. CIREBON, (FC).- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menggelar Capacity Building bersama Wartawan Ekonomi Se-Ciayumajakuning selama tiga hari, 7-9 Oktober 2020. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Alamanis Resort, Jalan Raya Cirebon-Kuningan, Beber, Kabupaten Cirebon.
Dalam kegiatan tersebut, Kpw Bank Indonesia Cirebon memberikan materi-materi terkait perkembangan QRIS di wilayah Ciayumajakuning.
Pengisi materi dalam hal ini Staf unit implementasi kebijakan sistem pembayaran (SP) Bank Indonesia Cirebon, Arie Andira Ferdiana menjelaskan, Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.
QRIS sendiri dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.
Arie menjelaskan, dengan QRIS seluruh pembayaran melalui aplikasi dari Penyelenggara manapun baik Bank ataupun bukan Bank yang digunakan masyarakat, bisa digunakan untuk seluruh transaksi di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat.
“Penggunaan QRIS saat ini harus terus ditingkatkan bagi semua masyarakat, karena, ada indikasi pergeseran perilaku masyarakat dalam bertransaksi di masa Pandemi dari model EDC ke QRIS, terutama untuk transaksi retail,” ujar Arie kepada FC, Kamis (8/10).
Masih dikatakan Arie, perkembangan penggunaan QRIS sampai saat ini, sudah memiliki inovasi use-case tanpa tatap muka. Bila biasanya masyarakat datang ke toko dengan melakukan pembayaran langsung, akan tetapi saat ini sudah bisa bayar dari rumah dengan hanya toko mengirimkan QR kepada pembeli.










































































































Discussion about this post