INDRAMAYU, (FC).- Calon Wakil Bupati Indramayu nomor urut 1, dr Hj Ratnawati mengatakan, kualitas Batik di Kabupaten Indramayu tidak kalah saing dengan daerah daerah lain.
Pasalnya, batik di kabupaten Indramayu memiliki ciri tersendiri yang motifnya bagus dan disukai banyak orang.
Namun, kata Ratna, pasar batik di Indramayu belum seperti kabupaten lain. Kondisi ini, menurut Ratna ada yang salah tentang pembinaan batik di kabupaten Indramayu tersebut.
Ratna pun mencontohkan ketika dirinya mebawa oleh-oleh Batik Indramayu ke Annisa Pohan, isteri Agus Harimurti Yodhoyono (AHY), ternyata dia terkesan dan sangat suka.
Dia malah upload di instagram, dan minta foto yang bagus.
“Berarti Batik Indramayu memang tidak kalah bagus dengan batik daerah lain,” ujarnya
Ratnawati menilai, kurangnya promosi dan pembinaan menjadi problem belum dikenalnya secara luas. Ditambah Indramayu juga masih belum memiliki tempat khusus untuk menjual batik (sentra batik) seperti di Kabupaten Cirebon.
Padahal ini sangat penting agar batik indramayu itu bisa dikenal secara nasional dan internasional. “Saya 10 tahun membina batik di Cirebon sudah banyak dikenal. Bahkan sudah pernah pameran di Malaysia hingga Jepang,” ujarnya
Dikatakan Ratnawati, secara pontensi peluang pasar batik di kabupaten Indramayu bisa seperti kabupaten lainnya karena motifnya original.
Maka dari itu, lanjut Ratna, kedepan mengenai Batik dan potensi daerah lainya di kabupaten Indramayu akan menjadi program kerja sebagai upaya untuk mengangkat kearifan lokal daerah.
“Nanti kita kumpulkan dan bina serta berikan pelatihan, diberikan akses modal dan juga dikenalkan kepada masyarakat Indramayu secara meluas melalui sekolah sekolah agar tidak punah,” ungkapnya
Sementara itu, Calon Bupati Indramayu Nomor Urut 1, Muhammad Sholihin mengatakan mengenai potensi batik di Indramayu ini sebenarnya bisa seperti Cirebon. Hanya saja keberpihakan pemerintah saat ini belum maksimal. Padahal batik indramayu adalah warisan dan ciri leluhur Indramayu
“Kedepan kita akan melestarikan dan memberdayakan agar ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal bisa dikenal secara Nasional dan internasional,” pungkasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post