KAB. CIREBON, (FC).- Insiden pembukaan peti jenazah Covid-19 oleh keluarga dan warga Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Kuwu setempat Nuril Anwar menjelaskan keluarga dan warga lainnya emosi karena tidak sesuai dengan yang diharapkan keluarga.
“Kedatangan tim dari rumah sakit ada koordinasi dengan pihak desa, cuman ada info penguburan jenazah Covid-19 nanti jam 08.00 WIB. Hanya itu saja,” kata Nuril Anwar kepada wartawan, Senin (5/10).
Bahkan, lanjut Nuril, pihaknya sudah menyiapkan baik dari masyarakat setempat dan pihak keluarga yang meng-asumsikan kedatangan jenazah ini dengan satu tim dari rumah sakit yang menguburkan.
“Ini sih yang mengantarkan jenazah Covid-19 ini hanya seorang diri, yaitu sopir saja. Kalau tidak ada, seharusnya koordinasi dengan kami. Pihak rumah sakit hanya menyiapkan APD warga kita atau keluarga korban pasti siap. Tapi ini tidak ada koordinasi sama sekali,” jelasnya.
Kemudian masih dikatakan Nuril, setelah diteliti ternyata memang kain kafan ada, namun hanya selembar. Dan itu bentuk tidak sempurna, seolah-olah hanya ada satu lembar kain kafan saja, bahkan jenazah tersebut masih memakai pampers dan baju.
“Disinilah puncak emosi keluarga dan warga. Seperti halnya jenazah tidak diurus oleh pihak rumah sakit. Asumsi warga kami karena tidak mengerti jenazah masih memakai pampers dan baju itu tandanya masih kotor masih belum suci dan menimbulkan gejolak,” katanya.
Saat disinggung soal kehadiran pemerintah desa (Pemdes) pada saat itu, Nuril menambahkan, karena kemarin itu adalah hari Minggu dan libur, pihaknya datang ke lokasi namun tidak memakai seragam.
“Petugas dari puskesmas, Polsek dan Koramil ada semua, cuman ini karena Covid maka menjauh semua,” tukasnya. (Tim/FC)
















































































































Discussion about this post