KOTA CIREBON, (FC).- Peningkatan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon semakin meningkat. Untuk mencegah penularan virus ini, Sekretariat DPRD (Setwan) membatasi akses keluar masuk Gedung DPRD.
Sekretaris DPRD Agus Sukmanjaya mengatakan, tindakan ini sebagai antisipasi dan perlindungan bagi anggota dewan dan seluruh pegawai di setwan itu sendiri.
“Bukan di lockdown, tapi dibatasi saja akses masuknya. Hanya ada satu pintu masuk, agar lebih mudah dalam pengawasan. Kita lebih selektif dalam menerima tamu untuk sementara,” jelasnya kepada FC, Sabtu (5/9).
Tamu akan diterima di lobi, bila keperluannya dengan Anggota DPRD maka anggota akan menemuinya, demikian pula bila keperluannya dengan setwan.
Tindakan lainnya adalah dengan melakukan pemeriksaan swab test terhadap seluruh anggota DPRD dan pegawai setwan. Diperkirakannya ada sekitar 70 orang yang akan di swab test yang bertempat di Gedung DPRD pada Senin lusa.
“Jadi hari Sabtu dan Minggu Kantor DPRD kan tutup, Senin swab test hasilnya Hari Selasa,” ungkapnya.
Dikatakan mantan Kadisnaker ini, bila hasil swab dinyatakan negatif semuanya, maka dipastikan Hari Rabu sudah buka kembali. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Terkait kegiatan atau agenda DPRD, Agus segera berkoordinasi dengan pihak Pemkot Cirebon, dalam hal ini TAPD. Karena saat ini pembahasan KUA-PPAS sedang berlangsung. Kemungkinan pembahasan akan diundur, atau menggunakan cara lain seperti video conference (vicon).
“Kita segera putuskan agenda dengan TAPD, apakah ditunda atau dilanjutkan dengan vicon,” tandasnya. (gus)










































































































Discussion about this post