KOTA CIREBON, (FC).- Menghadapi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, Pemkot Cirebon menyiapkan sejumlah skema pemangkasan belanja tidak langsung. Hal ini guna memperkecil potensi defisit dalam Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Salah satunya adalah pemangkasan terhadap tambahan penghasilan pegawai (TPP). Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi kepada FC, Rabu (5/8).
Menurutnya, realisasi APBD sampai bulan Juli kemarin pada sektor belanja tidak langsung baru sekitar 45 persen. Sedangkan di belanja langsung sekitar 30 persen.
“Kami perkirakan, kondisi defisit dalam APBD tahun anggaran 2020 sampai Desember mencapai sekitar Rp82 miliar,” ucap pria yang akrab disapa Gusmul ini.
Ia menerangkan, karena memang pendefinitifan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) tahun kemarin sekitar Rp44 miliar.
Padahal, SiLPA itu sudah berhadapan, ditambah proyeksi pendapatan yang tidak tercapai. Hal lain yang mempengaruhi defisit adalah dana transfer yang juga mengalami penurunan.















































































































Discussion about this post