“Ini yang tidak boleh dipangkas, harus selektif untuk menyasar yang lainnya saja,” katanya.
Menurutnya, defisit anggaran ini perlu berbagai upaya, seperti efisiensi belanja. Walaupun ada defisit, tidak terlalu besar dan menjadi beban terhadap APBD Tahun 2021.
“Secara otomatis, bila ada yang belum terbayarkan di tahun ini akan menjadi beban piutang di tahun depan,” bebernya.
Ditemui terpisah, Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati berharap, sekalipun anggaran belanja banyak yang dilakukan efesiensi, tapi harus inovatif.
Pihaknya berharap seluruh SKPD tetap inovatif di tengah situasi pandemi ini. Terutama di sektor pelayanan kepada masyarakat, jangan sampai terganggu.
“Iya mas, defisit kita dalam APBD tahun ini diperkirakan Rp82 miliar. Makanya kita evaluasi program, mana yang prioritas mana yang bisa dipending,” tandasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post