MAJALENGKA, (FC).- Angin kencang yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Majalengka saat musim kemarau ternyata bukanlah fenomena yang aneh.
Meski tidak memiliki wilayah pantai, hembusan angin di Majalengka bahkan dapat mencapai kecepatan hingga 60 kilometer per jam pada puncak musim kemarau.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Dyan Anggraeni, menjelaskan, rata-rata kecepatan angin di Majalengka berada pada kisaran 6 hingga 10 knot atau sekitar 11–19 kilometer per jam.
Namun, dalam satu pekan terakhir, kecepatan angin maksimum yang tercatat dari tiga titik pengamatan mencapai 26 knot atau sekitar 48 kilometer per jam.
“Pada puncak musim kemarau, kecepatan angin dapat meningkat hingga 32 knot atau sekitar 60 kilometer per jam, bahkan lebih pada kondisi tertentu,” ujar Dyan.
Ia menjelaskan, fenomena tersebut dipengaruhi oleh kondisi geografis Majalengka yang berada di sebelah utara Gunung Ciremai. Saat musim kemarau, angin bergerak menuruni lereng gunung menuju wilayah dataran rendah Majalengka dengan membawa udara panas, kering, dan berkecepatan tinggi atau yang dikenal sebagai angin kumbang.
Selain itu, bentang alam di wilayah utara Majalengka yang didominasi hamparan persawahan dan lahan terbuka membuat hembusan angin bergerak tanpa banyak hambatan sehingga terasa lebih kuat.
Fenomena ini menjadi salah satu karakteristik alam Majalengka, terutama di kawasan Kertajati, Jatitujuh, Ligung hingga wilayah persawahan di bagian utara yang hampir setiap musim kemarau mengalami hembusan angin cukup kencang.
Terpisah, kencangnya hembusan angin cukup dirasakan oleh masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Jatitujuh. Setiap menjelang sore hari hembusan angin begitu kencang, sehingga sangat menghawatirkan untuk sebagian para pengendara motor. Karena kalau tidak konsen dan berhati hati saat berkendara, hal ini bisa menyebabkan hal hal yang tidak diinginkan.
Hasanudin warga Jatitujuh mengatakan, dirinya setiap sore pulang selepas menunaikan tugas nya selaku dosen di salah satu Perguruan Tinggi di Majalengka.
Hasan begitu ia biasa di sapa mengatakan, mulai minggu minggu ini angin dari arah kota Majalengka cukup kencang, sehingga membuat dirinya harus ekstra hati hati saat berkendara. Karena kalau sedikit saja kurang konsentrasi alias lengah, di khawatirkan kendaraannya bisa terjatuh akibat hempasan kencang nya angin Majalengka.
“Ya setiap memasuki bulan Juli – Agustus, angin di sini sangat kencang. Di samping membuat tubuh terasa dingin, angin kencang juga berpengaruh kepada kesehatan tubuh. Makanya saya kemana mana selaku memakai jaket,” ujar Hasan. (Munadi)










































































































Discussion about this post