KAB.CIREBON, (FC).- Semangat berbagi di bulan Muharram kembali ditunjukkan Pemerintah Desa Gembongan Mekar, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon.
Sebanyak 81 anak yatim piatu menerima santunan dalam kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah, Kamis (25/6).
Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan dihadiri anak-anak penerima manfaat bersama keluarga mereka.
Santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim di momen yang memiliki nilai istimewa dalam ajaran Islam.
Kaur Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Gembongan Mekar, Wakyo, mengatakan program santunan anak yatim telah menjadi agenda rutin yang terus dijalankan oleh Kuwu Gembongan Mekar setiap tahun.
“Ini sudah menjadi program rutin setiap 10 Muharram dan insya Allah akan terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim serta untuk mencari keberkahan dunia dan akhirat,” ujarnya.
Menurut Wakyo, peringatan 10 Muharram merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang lebih.
“Kami ingin mereka ikut merasakan kebahagiaan di hari yang penuh keberkahan ini. Mudah-mudahan apa yang diberikan dapat membawa manfaat dan menjadi penyemangat bagi mereka,” katanya.
Ia menjelaskan, meskipun masa jabatan Kuwu Gembongan Mekar akan segera berakhir setelah tujuh tahun mengabdi, komitmen untuk berbagi kepada anak-anak yatim tetap dijalankan tanpa berkurang.
“Menjelang akhir masa jabatan pun, Pak Kuwu tetap istiqamah menjalankan program ini dengan penuh keikhlasan,” tuturnya.
Tahun ini, santunan diberikan kepada 81 anak yatim piatu yang tersebar di empat dusun. Dusun 1 tercatat sebanyak 12 penerima, Dusun 2 sebanyak 15 penerima, Dusun 3 sebanyak 21 penerima, dan Dusun 4 menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 33 anak.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dimulai. Anak-anak yatim bersama keluarga hadir dengan wajah penuh kebahagiaan dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.
“Alhamdulillah masyarakat menyambut baik kegiatan ini. Setiap tahun antusiasmenya selalu tinggi,” ungkap Wakyo.
Ia menegaskan, seluruh santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim berasal dari dana pribadi Kuwu Gembongan Mekar dan tidak menggunakan anggaran desa.
“Dana santunan ini murni dari dana pribadi Pak Kuwu. Tidak menggunakan dana desa ataupun anggaran pemerintah lainnya,” tegasnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim bukanlah hal baru bagi sosok Kuwu Gembongan Mekar. Jauh sebelum menjabat sebagai kepala desa, kebiasaan berbagi dan menyantuni anak yatim sudah rutin dilakukan.
“Sejak sebelum menjadi kuwu, beliau memang sudah memiliki kebiasaan membantu dan menyantuni anak-anak yatim. Ini merupakan bentuk kepedulian yang terus dijaga hingga sekarang,” jelasnya.
Ke depan, pihak desa berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk semakin peduli terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yang kehilangan orang tua.
“Semoga Pak Kuwu selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan program santunan ini bisa terus berjalan sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” harap Wakyo.
Sementara itu, salah seorang penerima santunan, Tiara, mengaku bahagia dan bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
“Terima kasih kepada Pak Kuwu atas santunannya. Semoga beliau selalu sehat dan diberikan keberkahan,” ujarnya.
Tiara berharap kegiatan santunan anak yatim tetap dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga dapat terus membantu dan membahagiakan anak-anak yatim di Desa Gembongan Mekar.
“Saya senang sekali. Semoga kegiatan seperti ini terus ada dan semakin banyak yang merasakan manfaatnya,” katanya.
Kegiatan santunan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial yang dilakukan secara konsisten mampu menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat. (Nawawi)













































































































Discussion about this post