KOTA CIREBON, (FC).- Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cirebon menggelar kegiatan Business Matching bersama BPC HIPMI Kota Bandung, Rabu (17/6).
Kegiatan yang mengusung tema “Connecting Business, Expanding Opportunities” ini berlangsung di Versus Coffee, Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pengusaha muda dari wilayah Cirebon Raya dan Bandung Raya untuk memperluas jaringan usaha, menjalin kemitraan strategis, sekaligus membuka peluang kolaborasi bisnis lintas daerah.
Ketua BPC HIPMI Kota Cirebon, Hisyam Suleiman mengatakan program business matching merupakan salah satu program utama HIPMI Kota Cirebon yang dihadirkan untuk memberikan manfaat nyata bagi para anggota.
Menurutnya, sekitar 90 persen anggota HIPMI Kota Cirebon merupakan pengusaha aktif yang menjalankan usahanya secara langsung. Karena itu, HIPMI berupaya menghadirkan ruang pertemuan yang mampu mempertemukan para pelaku usaha dengan calon mitra bisnis potensial.
“Komitmen kami adalah mengoneksikan anggota HIPMI Kota Cirebon dengan seluruh BPC HIPMI yang ada di Indonesia. Langkah pertama kami lakukan bersama HIPMI Kota Bandung karena karakteristik pengusahanya dinilai cukup sesuai dengan anggota HIPMI Kota Cirebon,” ujar Hisyam kepada wartawan, Kamis (18/6).
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan pengusaha dari Kota Cirebon dan Kota Bandung.
HIPMI Kota Cirebon juga mengakomodasi peserta dari wilayah Cirebon Raya seperti Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Sementara HIPMI Kota Bandung turut menghadirkan peserta dari Bandung Raya, termasuk Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.
“Alhamdulillah antusiasmenya sangat baik. Mereka bersedia datang ke Cirebon dan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mempromosikan potensi ekonomi daerah kita,” katanya.
Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan dukungan 10 sponsor yang berasal dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, ritel hingga industri manufaktur.
Adapun sektor usaha yang terlibat cukup beragam, mulai dari ritel, supply chain, manufaktur, jasa, hingga konsultan bisnis. Keberagaman bidang usaha ini diharapkan dapat memperbesar peluang terjadinya kolaborasi dan transaksi bisnis antar peserta.
Hisyam menjelaskan, konsep business matching yang diterapkan dibuat lebih interaktif dibandingkan kegiatan jaringan bisnis pada umumnya. Selain sesi perkenalan dan presentasi profil usaha dari para peserta, panitia juga menghadirkan sesi networking yang memungkinkan peserta saling mengenal lebih dekat.
“Dasarnya memang networking, tetapi kami memberikan stimulus agar peserta bisa benar-benar saling mengenal. Mereka bertukar informasi usaha, kebutuhan bisnis, hingga mencari peluang kerja sama yang bisa langsung ditindaklanjuti,” jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didorong untuk tidak hanya bertukar kartu nama, tetapi juga membangun komunikasi yang berpotensi menghasilkan kerja sama bisnis konkret setelah kegiatan berakhir.
Menurut Hisyam, salah satu manfaat utama bergabung di HIPMI adalah terbukanya akses jaringan usaha yang luas. Namun, jaringan tersebut harus difasilitasi agar benar-benar memberikan dampak bagi perkembangan bisnis anggota.
“Di HIPMI Kota Cirebon, networking tidak hanya menjadi slogan. Kami fasilitasi bahkan mendorong anggota untuk aktif berinteraksi dan mencari peluang usaha bersama,” ungkapnya.
Ia menilai kolaborasi dengan HIPMI Kota Bandung juga memberikan banyak pelajaran, terutama dalam pengembangan industri kreatif. Pasalnya, banyak anggota HIPMI Kota Bandung yang bergerak di bidang kreatif, seperti fesyen, ritel modern, dan berbagai usaha berbasis inovasi.
Ke depan, HIPMI Kota Cirebon berharap para pelaku usaha lokal dapat semakin kreatif dan mampu memperluas rantai pasok (supply chain) usahanya, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga hingga skala provinsi bahkan nasional.
Selain itu, organisasi juga terus mendorong seluruh anggota untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan HIPMI, baik di tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Menurutnya, keaktifan dalam organisasi menjadi salah satu kunci untuk memperluas jejaring dan membuka peluang usaha baru.
“Kalau berorganisasi tetapi tidak aktif, manfaatnya tentu tidak akan maksimal. Karena itu kami selalu mendorong anggota untuk terlibat dalam berbagai kegiatan HIPMI,” katanya.
Melalui kegiatan business matching ini, HIPMI Kota Cirebon menargetkan lahirnya berbagai peluang kerja sama yang dapat direalisasikan dalam bentuk transaksi maupun kemitraan bisnis.
Berkaca pada kegiatan serupa yang pernah digelar HIPMI Jawa Barat dan HIPMI Jaya yang menghasilkan potensi kerja sama hingga ratusan miliar rupiah, HIPMI Kota Cirebon optimistis kegiatan ini juga akan menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan.
“Harapan kami setelah kegiatan ini ada real action yang bisa dieksekusi. Untuk target potensi bisnis dari kegiatan ini, kami menargetkan lebih dari Rp10 miliar,” pungkas Hisyam. (Agus)











































































































Discussion about this post