KAB.CIREBON, (FC).- Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM) menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pembentukan Cirebon Timur sebagai daerah otonomi baru (DOB). Optimisme itu menguat seiring proses regulasi di pemerintah pusat yang dinilai terus bergerak.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum FCTM, K.H. Taufikurrahman Yasin, dalam forum bersama sejumlah tokoh dan stakeholder di Hotel Aston Cirebon, Sabtu (23/5).
Menurutnya, forum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi politik dan sosial guna mempercepat realisasi pembentukan DOB Cirebon Timur.
“Kami tetap konsisten berjuang dan terus menjalin komunikasi politik maupun sosial dengan berbagai stakeholder,” ujar Taufikurrahman.
Ia menyebutkan, saat ini proses pembentukan daerah otonomi baru masih menunggu pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dari pemerintah pusat.
Meski pembahasannya beberapa kali mengalami penundaan, pihaknya tetap optimistis regulasi tersebut dapat disahkan pada akhir 2026.
“Insya Allah akhir 2026 RPP segera disahkan sehingga peluang Cirebon Timur untuk bergerak semakin terbuka,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal FCTM, H. Taufik Ridwan, menjelaskan bahwa pihaknya juga tengah melakukan pembaruan data kapasitas daerah sebagai salah satu syarat penting dalam proses pembentukan DOB.
Menurut dia, pembaruan data tersebut ditargetkan mampu memenuhi nilai minimal kapasitas daerah sebesar 450 poin.
“Updating data kapasitas daerah akan dilakukan agar mencapai nilai minimal yang dipersyaratkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah indikator penunjang akan dimasukkan dalam pembaruan data tersebut, seperti keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), program MBG, pembangunan rumah sakit baru, hingga pengembangan infrastruktur jalan.
“Seluruh poin itu akan menjadi bagian dari update kapasitas daerah dan kami optimistis nilainya bisa meningkat lebih dari 150 poin,” tambahnya.
Forum tersebut turut dihadiri sejumlah stakeholder, di antaranya perwakilan Tim Jabar, Porkonas, Sekjen Porkonas Abdurrahman, serta anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. (Nawawi)












































































































Discussion about this post