INDRAMAYU, (FC).- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, penjualan hewan kurban di Kabupaten Indramayu, mulai marak. Pedagang pun mengaku penjualan hewan kurban mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan pantauan FC, Minggu (17/5), ramainya pembeli hewan kurban itu seperti yang terlihat di lapak penjualan sapi dan kambing di Jalan Cimanuk Barat, Desa Dermayu, Kecamatan Sindang.
Di tempat tersebut, tersedia berbagai jenis sapi dan kambing dengan beragam ukuran.
Adapun harga yang dipatok pedagang bervariasi, tergantung bobot masing-masing hewan.
Seperti misalnya untuk sapi, pedagang mematok harga mulai dari Rp22 juta hingga Rp48 juta per ekor. Sedangkan kambing dijual dengan harga Rp 4,5 juta sampai Rp5,5 juta per ekor.
Pedagang hewan kurban, Nurjaya, mengungkapkan, sejauh ini jumlah pembeli terlihat mengalami peningkatan dibandingkan momen Lebaran Idul Adha tahun sebelumnya.
“Ya ada peningkatan sedikit. Mudah-mudahan semakin mendekati Lebaran Idul Adha, penjualan akan lebih meningkat lagi,” kata Nurjaya.
Ia menyebutkan, para konsumen sementara ini masih menitipkan hewan kurban yang telah mereka beli untuk tetap berada di lapaknya.
Termasuk sapi dengan harga tertinggi di lapaknya juga sudah laku dibeli konsumen.
“Tahun ini jenis sapi yang paling banyak diminati oleh konsumen adalah jenis metal dan limousine,” sebut Nurjaya.
Ia menyebutkan, para konsumen sementara ini masih menitipkan hewan kurban yang telah mereka beli untuk tetap berada di lapaknya.
Termasuk sapi dengan harga tertinggi di lapaknya juga sudah laku dibeli konsumen.
“Tahun ini jenis sapi yang paling banyak diminati oleh konsumen adalah jenis metal dan limousine,” sebut Nurjaya.
Nurjaya mengungkapkan selalu berusaha menjaga kesehatan hewan kurban yang dijualnya.
Karena itu, ia rutin memberikan perawatan khusus, mulai dari vitamin, antibiotik hingga pakan yang bergizi agar kondisi kesehatan hewan tetap terjaga hingga Idul Adha mendatang.
Tak hanya itu, kebersihan hewan kurban, termasuk kandangnya, juga selalu diperhatikan. Pasalnya, kotoran bisa menimbulkan penyakit jika tidak dibersihkan. (Agus Sugianto)










































































































Discussion about this post