INDRAMAYU, (FC). – Petugas gabungan menggelar razia di Lapas Kelas IIB Indramayu, Jumat (8/5). Dalam razia tersebut, petugas menemukan sejumlah barang terlarang, mulai dari alat komunikasi hingga obat-obatan tanpa izin di kamar hunian warga binaan.
Razia dilakukan petugas internal lapas bersama TNI, Polri, dan BNN Cirebon dengan menyasar sejumlah blok hunian warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, mengatakan seluruh barang yang ditemukan langsung diamankan karena melanggar aturan yang berlaku di dalam lapas.
“Barang-barang yang ditemukan memang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian. Semuanya kami perlihatkan dan kami amankan,” kata Fery.
Dalam razia tersebut, petugas menemukan alat komunikasi yang diduga digunakan warga binaan secara ilegal.
Padahal, pihak lapas telah menyediakan fasilitas komunikasi resmi berupa Wartelsus Pemasyarakatan (Wartelsuspas).
“Saat ini terdapat 13 fasilitas Wartelsuspas yang tersebar di sejumlah blok hunian, termasuk blok wanita,” jelas Fery.
Terkait masih ditemukannya ponsel di dalam lapas, pihaknya mengaku akan melakukan evaluasi terhadap jalur masuk barang-barang terlarang, termasuk memperketat pemeriksaan barang bawaan pengunjung dan pengawasan di area lapas.
“Kami evaluasi bagaimana barang-barang itu bisa masuk, baik dari pengunjung maupun saat pemeriksaan keluar masuk warga binaan,” ujarnya.
Selain ponsel, petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan yang disimpan di kamar hunian tanpa pengawasan dokter lapas. Obat-obatan tersebut kemudian disita petugas.
“Kalau obat berada di kamar tanpa pengawasan atau tanpa resep dokter, tentu tidak diperbolehkan,” terang Fery.
Selain razia kamar hunian, petugas turut melakukan tes urin terhadap pegawai dan warga binaan. Hingga pemeriksaan berlangsung, hasil sementara belum menemukan indikasi penggunaan narkoba.
“Hasil sementara masih negatif. Pemeriksaan masih berjalan,” ujar Fery.
Fery menambahkan, layanan kesehatan bagi warga binaan tetap dilakukan melalui klinik lapas dan bekerja sama dengan puskesmas setempat, termasuk untuk pemeriksaan penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC).(Agus Sugianto)










































































































Discussion about this post