KOTA CIREBON, (FC).- Aksi pembacokan terjadi di Kota Cirebon pada Jumat dini hari (1/5) sekitar pukul 02.00 WIB.
Peristiwa itu berlangsung di perempatan lampu merah Jabang Bayi, Kecamatan Kesambi, dan diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku yang berada di bawah pengaruh minuman keras.
Korban berinisial S (24), seorang mahasiswa, mengalami luka bacok di bagian wajah. Saat ini korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengatakan, kejadian bermula saat korban bersama rekannya melintas di Jalan Kesambi. Saat tiba di lokasi, mereka berpapasan dengan tiga orang pelaku yang berboncengan sepeda motor dan menerobos lampu merah.
“Teguran dari korban karena pelaku menerobos lampu merah memicu cekcok. Salah satu pelaku kemudian turun dari motor dan langsung menyerang menggunakan senjata tajam,” kata AKBP Eko Iskandar didampingi Kasat Reskrim AKP Fadilah, Rabu (6/5).
Pelaku yang duduk di bagian belakang motor disebut tidak terima ditegur.
Dalam kondisi diduga mabuk, pelaku langsung membacok korban hingga mengalami luka di bagian pelipis dan bawah mata. Meski terluka, korban sempat melakukan perlawanan.
Warga yang berada di sekitar lokasi turut membantu hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke kantor polisi.
Polisi mengungkapkan pelaku berinisial P (16), seorang pelajar kelas XI di salah satu SMA di Cirebon.
Sementara dua orang lainnya yang bersama pelaku tidak terlibat langsung dalam aksi pembacokan.
Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa satu bilah celurit dan satu unit sepeda motor. Polisi juga menemukan indikasi pelaku berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian.
“Pelaku sudah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 466 ayat (2) dan/atau Pasal 307 ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 hingga 7 tahun. (Agus)











































































































Discussion about this post