KAB.CIREBON, (FC).- Tekad kuat untuk menunaikan ibadah haji mengantarkan pasangan lansia asal Desa Mekarsari, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Tarpan (81) dan istrinya Aya (75), ke Tanah Suci. Keduanya harus menunggu hingga 12 tahun sejak mendaftar pada 2014.
Perjalanan mereka tidak mudah. Demi bisa berangkat haji bersama sang istri, Tarpan rela menjual sebagian tanah miliknya dan menyisihkan penghasilan dari hasil bertani.
“Sudah niat untuk berhaji, saya jual tanah untuk daftar. Sisanya kami cicil dari hasil panen,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Watubelah, Sumber, Selasa (5/5) kemarin.
Tarpan menuturkan, sebelum kembali ke kampung halaman, ia sempat merantau dan berdagang di Jakarta selama 30 tahun. Setelah itu, ia memilih menjadi petani di desanya hingga sekarang.
“Dulu berdagang di Jakarta 30 tahun, sekarang bertani. Alhamdulillah bisa berangkat haji bersama istri,” katanya.
Ia tergabung dalam Kloter 19 Kabupaten Cirebon bersama ratusan calon jemaah haji lainnya. Tarpan mengaku tidak menyangka bisa menunaikan ibadah haji di usia senja.
Di usia yang telah lanjut, Tarpan telah dikaruniai sembilan anak, 12 cucu, dan dua cicit. Meski demikian, ia mengaku tidak melakukan persiapan khusus menjelang keberangkatan, selain menjaga kondisi kesehatan.
“Setiap hari ke sawah mencangkul, itu sudah jadi olahraga. Yang penting kami jaga kesehatan supaya ibadah berjalan lancar,” tuturnya.
Ia berharap dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. (Ghofar)













































































































Discussion about this post