KOTA CIREBON, (FC).- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Asosiasi Mahasiswa Peduli Demokrasi mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon, Senin (4/5/2026). Mereka mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD segera bergerak cepat dan transparan menangani dugaan pelanggaran etik yang melibatkan salah satu anggota dewan.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial sekaligus memastikan proses penanganan kasus tidak berlarut-larut. Mahasiswa juga khawatir persoalan tersebut akan menguap tanpa kejelasan jika tidak dikawal publik.
Perwakilan mahasiswa, Ahmad, menegaskan pentingnya menjaga marwah lembaga legislatif. Menurutnya, perilaku pribadi wakil rakyat turut memengaruhi kepercayaan publik terhadap institusi.
“Ketika tidak bisa menjaga marwah pribadi, maka lembaga juga ikut tercoreng,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Cirebon, Andri Sulistio, memastikan proses penanganan telah berjalan. BK dijadwalkan mulai melakukan pemeriksaan dengan memanggil pihak pelapor untuk dimintai keterangan.
“Proses akan mulai berjalan dan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.
Ia menegaskan, BK memiliki kewenangan penuh dalam menangani perkara etik tanpa intervensi pihak manapun, termasuk pimpinan DPRD.
Keputusan yang dihasilkan nantinya bersifat final dan akan disampaikan dalam rapat paripurna sebagai bentuk pertanggungjawaban kelembagaan. (Agus)









































































































Discussion about this post