KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Bulgaria membuka peluang kerja sama ekonomi dengan Kabupaten Cirebon, khususnya di sektor furnitur rotan yang dinilai memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.
Duta Besar Republik Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, mengatakan ketertarikan tersebut didasarkan pada kualitas produk, desain, serta potensi keberlanjutan bahan baku rotan dari Cirebon.
“Kerja sama ini bukan hal baru karena sebelumnya sudah dilakukan dengan Jawa Tengah. Jadi rencana dengan Cirebon bukan sesuatu yang asing,” ujar Tanya, Senin (14/4).
Ia menegaskan, furnitur rotan asal Cirebon memiliki peluang besar untuk menembus pasar Eropa, termasuk Bulgaria. Salah satu fokus kerja sama yang dijajaki adalah suplai produk furnitur rotan.
“Kami melihat furnitur Cirebon memiliki kualitas yang bagus dan berpotensi untuk pasar kami,” katanya.
Selain itu, pihak Bulgaria juga ingin memahami lebih dalam rantai produksi industri rotan di Cirebon, mulai dari proses produksi, ketersediaan bahan baku, hingga jaringan ekspor yang telah terbangun.
“Kami ingin mengetahui prosesnya secara menyeluruh, termasuk negara tujuan ekspor yang sudah ada,” ujarnya.
Tak hanya sektor perdagangan, Bulgaria juga membuka peluang investasi di Cirebon. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan industri di daerah.
“Negara kami juga tertarik untuk menanamkan investasi di Cirebon,” kata Tanya.
Bupati Cirebon, H Imron, menyambut positif peluang tersebut. Menurutnya, kerja sama ini dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan ekspor sekaligus memperkuat industri kerajinan rotan yang menjadi salah satu unggulan daerah.
Ia menyebut, industri rotan di Cirebon melibatkan banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang sangat bergantung pada akses pasar global.
“Minat investasi dari Eropa Timur ini menjadi peluang strategis. Namun, masih ada tantangan seperti standardisasi produk, kapasitas produksi, dan kesiapan regulasi daerah,” ujar Imron.
Ia menambahkan, jika kerja sama terealisasi, Cirebon berpotensi memperluas pasar ekspor ke kawasan Eropa serta meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
“Kami berharap pelaku usaha dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat ekosistem industri rotan dari hulu hingga hilir agar mampu bersaing di pasar global,” katanya. (Ghofar)













































































































Discussion about this post