KAB.CIREBON, (FC).- Penantian panjang akhirnya berbuah manis bagi Ily, penjual es dung dung keliling asal Kelurahan Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
Setelah menabung selama 21 tahun, ia bersama istrinya, Yayah, dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji pada 2026.
Pasangan suami istri tersebut melunasi biaya haji dari hasil berjualan es dung dung yang disisihkan secara rutin sejak 2005. Kini, keduanya tinggal menunggu waktu keberangkatan ke Tanah Suci.
Setiap hari, Ily dan istrinya memulai aktivitas sejak usai salat subuh dengan menyiapkan bahan dagangan seperti tepung, santan, es batu, dan garam.
Dengan gerobak motor sederhana, mereka berkeliling dari desa ke desa menjajakan es dung dung.
Dari usaha tersebut, Ily mampu menyisihkan penghasilan sekitar Rp30.000 hingga Rp60.000 per hari.
Bahkan saat menerima pesanan untuk acara hajatan, seperti pernikahan, ia dapat menabung hingga Rp300.000.
“Sejak 2005 saya sisihkan Rp30.000 sampai Rp50.000 setiap hari. Kalau ada pesanan hajatan bisa sampai Rp300.000. Sisanya untuk kebutuhan sehari-hari keluarga,” ujarnya, Selasa (14/4).
Tabungan tersebut terus dikumpulkan hingga cukup untuk mendaftar haji. Setelah menunggu selama dua dekade lebih, impian pasangan ini akhirnya terwujud.
Ily dan Yayah tergabung dalam Kloter 40 bersama calon jemaah haji lainnya dan dijadwalkan berangkat pada 19 Mei 2026.
“Kami sangat bersyukur bisa berangkat tahun ini. Semoga diberi kelancaran dan menjadi haji yang mabrur,” kata Ily. (Johan)















































































































Discussion about this post