KAB.CIREBON, (FC).- Perusahaan pembangkit listrik Cirebon Power menggelar Town Hall Meeting 2026 sebagai ajang refleksi kinerja sepanjang tahun 2025 sekaligus pemaparan tantangan operasional yang akan dihadapi pada tahun mendatang.
Forum internal tersebut menjadi momentum strategis bagi manajemen untuk menyampaikan berbagai capaian perusahaan, mulai dari keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kinerja operasional, hingga peningkatan produksi listrik pembangkit.
Deputy Operation Manager PLTU Cirebon 2, Farid Hentihu, mengatakan Town Hall Meeting ini tidak hanya memaparkan capaian kinerja perusahaan, tetapi juga menjadi sarana apresiasi bagi karyawan yang telah berkontribusi sepanjang 2025.
“Forum ini kami manfaatkan untuk menyampaikan capaian perusahaan sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh karyawan atas dedikasi dan kontribusinya,” ujar Farid, Senin (2/2).
Dalam kesempatan tersebut, Cirebon Power menegaskan komitmennya terhadap penerapan budaya keselamatan kerja. Berbagai program K3 yang dijalankan sepanjang 2025 dipaparkan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
“Dari sisi safety, ada beberapa poin penting yang kami jalankan, seperti kegiatan Bulan K3, pengumpulan data melalui Safety Operation Card (SOC), serta berbagai program pendukung kesehatan karyawan,” jelasnya.
Selain keselamatan operasional, perusahaan juga mendorong penerapan gaya hidup sehat di lingkungan kerja melalui berbagai aktivitas olahraga.
“Kami rutin mengadakan kegiatan lari, olahraga bersama, dan aktivitas fisik lainnya untuk menjaga kesehatan karyawan,” tambah Farid.
Dari sisi operasional, Cirebon Power mencatat peningkatan signifikan produksi listrik sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kami menampilkan capaian produksi selama 2025. Angkanya cukup luar biasa jika dibandingkan dengan tahun 2024,” ungkap Farid.
Ia mengakui, pencapaian tersebut diraih di tengah berbagai tantangan teknis, seperti gangguan atau trip pembangkit. Namun demikian, kinerja utama perusahaan tetap dapat dipertahankan.
“Meski ada beberapa kendala teknis, kami tetap berhasil mencapai salah satu target utama perusahaan,” katanya.
Target utama tersebut adalah availability factor, yakni tingkat kesiapan pembangkit dalam memproduksi listrik.
“Availability factor tetap tercapai, dan ini menjadi indikator penting bahwa pembangkit Cirebon Power tetap andal,” tegasnya.
Memasuki tahun 2026, Farid menyebut tantangan perusahaan akan semakin besar, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan performa pembangkit.
“Tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan availability factor dan produksi listrik, tetapi juga meningkatkan performa pembangkit agar lebih efisien,” ujarnya.
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah heat rate, indikator efisiensi pembangkit dalam mengonversi energi bahan bakar menjadi energi listrik.
“Heat rate menjadi komponen penting yang harus dipahami seluruh karyawan. Pembangkit harus beroperasi secara efektif dan efisien,” tandas Farid.
Melalui Town Hall Meeting 2026 ini, Cirebon Power menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keandalan, keselamatan, dan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat peran strategis perusahaan dalam mendukung pasokan listrik nasional.
“Kami ingin memastikan pembangkit Cirebon Power selalu siap, andal, dan memberikan kontribusi maksimal bagi PLN dan masyarakat,” pungkasnya. (red/FC)














































































































Discussion about this post