KUNINGAN, (FC).- Kematian massal ratusan ikan Dewa di objek wisata Balong Girang, Kecamatan Cigugur, memicu perhatian serius pemerintah daerah.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi dan menginstruksikan penanganan cepat, Minggu (1/2).
Laporan di lapangan menyebutkan kematian ikan mulai terjadi sejak Kamis lalu dengan jumlah awal sekitar dua puluhan ekor. Namun dalam hitungan hari, jumlahnya melonjak tajam hingga menembus lebih dari 150 ekor.
“Baru saja saya cek, jumlahnya sudah di atas 150 ekor sejak hari Rabu. Ini persoalan serius dan belum pernah terjadi kematian massal seperti ini di Balong Girang,” kata Bupati Dian saat meninjau kolam.
Dari hasil pemeriksaan awal tim teknis Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, ditemukan sejumlah indikasi gangguan kesehatan ikan. Di antaranya perubahan warna mulut menjadi putih, adanya parasit cacing, serta dugaan dampak perubahan suhu air yang ekstrem.
Kepala Bidang Perikanan Diskanak Kuningan, Denny Rianto, menyebut tim masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab utama kematian, termasuk faktor kualitas air dan kondisi kolam.
Sebagai langkah darurat, petugas merekomendasikan peningkatan kadar oksigen melalui pompanisasi dan sirkulasi air. Bupati langsung memerintahkan penambahan pompa dengan melibatkan dinas terkait agar penanganan tidak terlambat.
“Ini harus cepat ditangani. Tambah pompa air, tingkatkan oksigen. Jangan sampai kematian ikan terus bertambah,” tegasnya.
Selain faktor penyakit dan suhu, Bupati juga menyoroti kemungkinan penyebab lain seperti kolam yang lama tidak dikuras serta potensi kekurangan nutrisi alami bagi ikan.
Ia mengapresiasi laporan cepat dari masyarakat dan meminta warga aktif menyampaikan informasi jika menemukan kejadian tidak biasa di lingkungan sekitar.
“Kalau ada kejadian krusial, segera laporkan ke dinas atau camat. Bisa lewat WhatsApp. Supaya bisa langsung kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Menurut Bupati, ikan keramat Balong Girang bukan sekadar daya tarik wisata, tetapi memiliki nilai simbolik dan historis bagi Kabupaten Kuningan.
“Ikan ini simbol Kuningan dan tidak ditemukan di daerah lain. Tentu saya sangat prihatin. Kita akan lakukan langkah cepat agar kejadian ini tidak meluas,” pungkasnya. (Angga)

















































































































Discussion about this post