KAB.CIREBON, (FC).– Sejumlah industri di wilayah Cirebon Timur kini mulai meninggalkan penggunaan air tanah atau artesis.
Mereka beralih menggunakan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Jati, seiring meningkatnya kepercayaan terhadap kualitas dan kontinuitas layanan PDAM.
Peralihan tersebut tidak lepas dari langkah serius Tirta Jati dalam memperkuat infrastruktur air bersih.
Sepanjang tahun 2024, Perumda Tirta Jati membangun jaringan pipa sepanjang kurang lebih 19 kilometer yang secara khusus disiapkan untuk menopang kebutuhan air sektor industri di kawasan timur Kabupaten Cirebon.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Jati, Suharyadi, mengungkapkan bahwa pada awalnya masih terdapat sejumlah industri yang ragu untuk beralih ke layanan PDAM. Keraguan tersebut umumnya berkaitan dengan kapasitas pasokan dan kualitas air.
Namun, setelah menjadi pelanggan dan merasakan langsung layanan yang diberikan, industri justru menunjukkan tingkat kepercayaan yang semakin tinggi.
“Awalnya memang ada industri yang agak berat masuk PDAM. Tapi setelah jadi pelanggan, justru minta penambahan kapasitas karena kualitas layanan kami,” kata Suharyadi, Rabu (28/1).
Baca Juga: Tirta Jati Bangun Pipa 19 Km, Pasok Air Bersih untuk Industri Cirebon Timur
Saat ini, sejumlah perusahaan besar telah berkomitmen menggunakan layanan air bersih Tirta Jati.
Di antaranya Indofood, Avian, Pokphand, perusahaan garam, Superblock Material (pabrik bata ringan/hebel), serta beberapa industri lainnya.
Selain itu, perusahaan Long Rich di kawasan industri juga telah mengajukan sambungan air industri.
Suharyadi mencontohkan peningkatan signifikan kebutuhan air di perusahaan Long Rich. Dari semula 7.000 meter kubik per bulan, kini meningkat menjadi 15.000 meter kubik per bulan.
Kebutuhan tersebut masih dapat dipenuhi karena Tirta Jati memiliki kapasitas cadangan (idle capacity) dari SPAM Waled dan WTP Waled.
“Sekarang Long Rich sudah komitmen penuh menggunakan PDAM. Ini bukti bahwa ketika kualitas dan layanan terjamin, industri memilih beralih dan meninggalkan artesis,” pungkasnya.
Menurut Suharyadi, meningkatnya jumlah industri yang menggunakan air PDAM tidak hanya menunjukkan kepercayaan terhadap Tirta Jati, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian air tanah.
Ia optimistis, penguatan jaringan pipa dan pemanfaatan kapasitas cadangan akan mendukung pertumbuhan industri sekaligus keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Cirebon. (red/FC)
















































































































Discussion about this post