KAB. CIREBON, (FC).- Atap bangunan outdoor SMA Negeri 1 Susukan, Kabupaten Cirebon, ambruk pada Rabu sore (21/1) akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras. Pihak sekolah menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala SMAN 1 Susukan, Ukendi Andriyana, menyampaikan bahwa bangunan yang roboh merupakan atap berbahan besi dan baja ringan yang tersapu angin dari arah bawah ke atas hingga akhirnya ambruk.
“Angin datang cukup kencang, menyapu dari bawah ke atas dan merobohkan atap bangunan outdoor,” ujar Ukendi kepada awak media, Kamis (22/1).
Ia menjelaskan, saat kejadian sebagian besar siswa sudah pulang sekolah. Namun, masih ada beberapa siswa yang berada di lapangan untuk mengikuti latihan upacara.
“Alhamdulillah sebagian besar siswa sudah pulang. Hanya beberapa siswa yang masih di lapangan untuk latihan upacara,” katanya.
Dalam peristiwa tersebut, satu siswi bernama Yusi, kelas X E, sempat tertimpa reruntuhan atap. Berkat kesigapan guru dan siswa lain, korban berhasil dievakuasi dengan cepat.
“Kami bahu-membahu mengangkat atap bangunan yang menimpa Yusi. Alhamdulillah bisa segera dikeluarkan dan langsung dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.
Terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya guru yang meninggal dunia akibat insiden tersebut, Ukendi membantah dengan tegas. Ia menegaskan bahwa guru Bahasa Inggris SMAN 1 Susukan, Danal Alam, meninggal dunia bukan karena tertimpa bangunan.
“Almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung dan meninggal dunia setelah membantu proses evakuasi siswa. Jadi bukan akibat tertimpa bangunan,” tegas Ukendi.
Ia juga mengenang almarhum sebagai sosok guru yang berdedikasi dan sangat disayangi oleh siswa maupun rekan kerja.
“Pak Danal adalah guru yang sangat baik dan berdedikasi. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi kami semua,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Susukan, IPTU Kelani memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia menyebut hanya terdapat satu korban luka ringan berdasarkan hasil pemeriksaan medis.
“Tidak ada korban jiwa. Satu korban mengalami luka ringan dan berdasarkan hasil rekam medis tidak ada luka serius,” kata IPTU Kelani.
Ia menambahkan, bangunan outdoor yang roboh memiliki luas sekitar 20 meter dengan lebar 18 meter dan tinggi sekitar 15 meter. Pihak kepolisian bersama sekolah masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya bangunan tersebut.
“Kami masih mendalami kejadian ini untuk memastikan penyebab robohnya atap bangunan,” pungkasnya. (Johan)


















































































































Discussion about this post