KAB. CIREBON, (FC).- Upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus keberlanjutan ekonomi masyarakat menjadi perhatian serius Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia. Sophi mendorong adanya transisi tanaman menuju komoditas yang lebih ramah lingkungan, seperti kopi atau tanaman lain yang mampu menjaga resapan air, namun tetap memiliki nilai ekonomi bagi warga.
“Tanaman itu harus berbagi dengan alam. Harus ada pengganti yang sama-sama menguntungkan, baik untuk lingkungan maupun ekonomi masyarakat,” jelas Sophi usai meninjau langsung lokasi tanaman kelapa sawit di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, belum lama ini.
Ia menekankan bahwa proses penggantian tanaman tidak boleh dilakukan secara sepihak, melainkan melalui dialog kekeluargaan dan pendampingan dari pemerintah daerah serta dinas terkait.
“Kalau sudah ada kesepakatan bersama, kami dari DPRD siap mengawal dan membantu prosesnya, termasuk pengajuan bantuan dan pendampingan teknis,” tegasnya.
Di hadapan warga, Sophi menegaskan, langkah peninjauan ini bukan semata untuk melarang, tetapi untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana lingkungan tetap terjaga, tapi warga juga tetap bisa mendapatkan penghasilan,” ujarnya.
Menurut Sophi, tanaman kelapa sawit memiliki karakteristik yang dapat memengaruhi ketersediaan air dan keseimbangan alam dalam jangka panjang. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, namun berpotensi menimbulkan persoalan serius jika tidak dikelola sejak dini.
“Air dan lingkungan ini tidak langsung rusak, tapi dampaknya akan terasa bertahun-tahun kemudian. Ini yang harus kita cegah bersama,” katanya.
Langkah tersebut disambut baik oleh warga Desa Cigobang. Sara, salah seorang warga, mengaku lega karena aspirasi masyarakat didengar langsung oleh pimpinan DPRD.
“Kami bersyukur Ibu Ketua DPRD mau turun langsung. Harapan kami, desa tetap aman lingkungannya dan warga punya usaha yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Warga berharap, kunjungan ini menjadi awal perubahan kebijakan berbasis lingkungan di Desa Cigobang, sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang lebih ramah alam dan berjangka panjang. (Nawawi)

















































































































Discussion about this post