KAB.CIREBON, (FC).- Kondisi ruas jalan Cangkuang – Cibogo yang menghubungkan Desa Cangkuang (Kecamatan Babakan) dengan Desa Cibogo (Kecamatan Waled), masih memprihatinkan dan belum tersentuh perbaikan permanen. Hal ini memicu sorotan tajam dari berbagai pihak, terutama dari pemerintah desa setempat.
Kuwu Cangkuang, Abdul Kodir Zaelani, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan jalan yang sangat vital bagi masyarakat di wilayah timur Cirebon ini.
Menurutnya, jalan Serang – Cobogo yang merupakan jalan poros Desa Cangkuang, mengalami kerusakan sepanjang sekitar 2 kilometer, dan pada tahun anggaran 2025, APBD Kabupaten Cirebon mengalokasikan perbaikan jalan sepanjang 158 meter.
Jalan tersebut merupakan akses penting bagi berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga penunjang sektor perekonomian.
“Jalan ini sangat penting bagi masyarakat kami. Anak-anak sekolah, warga yang ingin berobat, hingga petani yang ingin menjual hasil panennya, semua melewati jalan ini. Tapi kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Abdul Kodir Zaelani dengan nada prihatin, Rabu (19/11).
Meskipun Pemerintah Kabupaten Cirebon tengah gencar melaksanakan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, Abdul Kodir merasa bahwa ruas jalan Cangkuang – Cibogo seakan terpinggirkan dan terabaikan.
Ia menyoroti bahwa pembangunan infrastruktur yang sedang dilaksanakan di Desa Serang Wetan belum menyentuh perbaikan infrastruktur di desanya.
“Kami tidak menampik bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah lain juga penting. Tapi kami juga berharap agar pemerintah daerah tidak melupakan kondisi jalan di desa kami. Jalan ini sudah lama rusak dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Abdul Kodir menambahkan bahwa banyak warganya yang mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah, terutama setelah hujan turun. Jalan tersebut seringkali tergenang air, yang dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi pengguna jalan yang melintasinya.
“Kami khawatir jika kondisi ini terus berlanjut, akan semakin banyak warga yang menjadi korban. Apalagi jalan ini juga sering dilalui oleh kendaraan berat, seperti truk pengangkut hasil pertanian,” ungkapnya.
Kuwu Cangkuang berharap agar Pemerintah Kabupaten Cirebon segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki ruas jalan Cangkuang – Cibogo. Ia juga meminta agar pemerintah daerah melibatkan pemerintah desa dalam proses perencanaan dan pelaksanaan perbaikan jalan tersebut.
“Kami siap membantu pemerintah daerah dalam upaya memperbaiki jalan ini. Kami memiliki data dan informasi yang akurat mengenai kondisi jalan dan kebutuhan masyarakat. Kami berharap agar suara kami didengar dan dipertimbangkan,” harapnya.
Dengan kondisi jalan yang semakin memburuk, masyarakat Desa Cangkuang dan Desa Cibogo berharap agar pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius dan mengambil langkah-langkah konkret untuk memperbaiki ruas jalan yang menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas sosial mereka, adanya perbaikan jalan saat ini.
“Masyarakat tahunya sepanjang sekitar 2 kilometer tersebut akan seluruhnya diperbaiki, dikhawatirkan masyarakat protes ke kami,” tandasnya. (Nawawi)













































































































Discussion about this post