KUNINGAN, (FC).- Program ketahanan pangan Kabupaten Kuningan terus menunjukkan progres nyata. Program Taman Masagi, yang digagas sebagai bagian dari 100 Hari Kerja Bupati Kuningan, kini mulai memanen hasil di sejumlah lokasi.
Di saat yang sama, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) juga bersiap menyalurkan 38 ribu bibit kelapa genjah kepada kelompok tani di berbagai kecamatan.
Kepala Diskatan Kuningan Wahyu Hidayah, melalui Kepala Bidang Hortikultura Andi, menyampaikan bahwa panen dari Taman Masagi kini mulai terlihat jelas di lapangan.
Berbagai komoditas yang ditanam di pekarangan rumah, halaman kantor, hingga lahan sinergi mulai menghasilkan.
“Alhamdulillah, panen sudah mulai tampak. Dari Taman Masagi kita sudah panen cabai rawit, cabai keriting, sampai sayuran hijau,” ujar Andi, Selasa (18/11).
Menurutnya, kehadiran panen ini bukan hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membantu meredam tekanan inflasi daerah, terutama karena cabai selama ini menjadi komoditas pemicu lonjakan harga.
Tak berhenti di hortikultura, Diskatan juga akan menyalurkan 38.000 bibit kelapa genjah yang merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.
Baca Juga: Diskatan Lakukan Rakor Percepatan 100 Hari Kerja Bupati
Penyaluran dilakukan sepanjang November hingga Desember 2025.
“Ada sekitar 70 kelompok tani yang akan menerima bantuan bibit kelapa tersebut. Kuningan menjadi salah satu daerah yang mendapatkan alokasi program nasional perluasan kelapa,” jelasnya.
Ia berharap bantuan ini mampu membuka peluang revitalisasi lahan perkebunan kelapa di Kuningan sekaligus meningkatkan produksi jangka panjang.
Program Taman Masagi sendiri ditargetkan menyasar 450 titik, mulai dari desa, kelurahan, OPD, hingga instansi vertikal.
Konsepnya sederhana yaitu dengan menghidupkan pekarangan agar kembali produktif dengan berbagai jenis sayuran dan tanaman buah.
“Selain menambah ketersediaan pangan keluarga, Taman Masagi juga diharapkan menjadi instrumen stabilisasi inflasi, khususnya pada komoditas cabai rawit, cabai merah besar, dan cabai keriting,” tutup Andi.
Dengan tren panen yang mulai meluas dan distribusi bibit berskala besar yang segera digulirkan, Kuningan kini memasuki fase baru dalam penguatan ketahanan pangan daerah. (Angga/FC)












































































































Discussion about this post