KAB. CIREBON, (FC).- Ratusan Kuwu se-Kabupaten Cirebon ontrog gedung DPRD setempat dikarenakan salah satu anggota DPRDnya telah menyakiti hati kuwu yang menurut anggota DPRD dari Fraksi PDIP tersebut kuwu “ada main” dengan tenaga Pusat Kesejahtetaan Sosial (Puskesos) terkait pendataan warga.
Namun, dalam menyampaikan aspirasi di gedung DPRD tersebut ratusan kuwu tidak mengindahkan physical distancing.
Ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) Kabupaten Cirebon, Rochmat Hidayat menyampaikan, aksi yang dilakukan oleh teman-teman kuwu ini tidak ada mobilisasi atau pengumpulan massa namun karena ikatan emosional kuwu itu sangat erat sehingga ketika maksud FKKC secara kelembagaan mengkonfirmasi institusi DPRD disikapi secara moril, kuwu hadir bersama-sama.
“Ini bagian dari spontanitas kuwu-kuwu yang secara moril berama-sama. Awalnya silaturahmi klarifikasi, dan protkol dimasa covid ini juga kita perhatikan tapi sekali lagi sisi emosional kuwu itu cemistry nya kuat sekali. Memang yang hadir mengklarifikasi harusnya mengklarifikasi pengurus tapi teman-teman yang lain secara emosional ikut hadir karena ada suasana kebatinan yang terganggu,” kata Ketua FKKC Kabupaten Cirebon, Rochmat Hidayat, Senin (8/6).
Kedua, lanjut Rochmat, soal cemistry yang harus disambungkan antara kuwu dengan semua level pemerintahan termasuk legislatif. Jadi aku Rochmat, preseden kemarin menggambarkan seolah-olah kuwu menyelenggarakan pemerintahan ada pihak yang memberikan prasangka dengan persepsi-persepsi personalnya.
















































































































Discussion about this post